Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Iran dan Israel Bersahabat Lebih dari 2.500 Tahun

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Maret 2012 12:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Genderang perang Iran dan Israel terdengar gencar belakangan ini. Seiring dengan hal itu, sepasang warga Zionis melancarkan kampanye di dunia maya untuk menyentuh hati rakyat Iran.

Poster bertuliskan “I Love You”, saya sayang kamu, dan “I don’t want a war with you because I don’t know you”, saya tidak ingin berperang denganmu  karena saya tidak kenal kamu, yang ditujukan kepada rakyat Iran dipajang di laman situs jejaring sosial Facebook milik Pushpin Mehina, sebuah sekolah persiapan untuk para pelajar desain grafis.

Dalam poster bertuliskan “Iranians, we will never bomb your country. We love you” (Rakyat Iran, kami tidak akan pernah membom negaramu. Kami sayang kalian) itu terpampang wajah-wajah orang Israel, yang kebanyakan kelihatannya orang sekuler, berparas menawan dan sehat, lansir Jerusalem Post (18/03/2012).

Ronny Edry (41 tahun) dan pasangannya Michal Tair (35 tahun), keduanya lulusan Bezlel Academy of Art and Design menciptakan poster kampanye itu, Kamis pekan lalu, dengan ide awal yang sederhana.

“Idenya sangat sederhana, datang dan mencoba untuk menjangkau sisi lain dan mengekspresikan perasaan saya yang mungkin juga dirasakan rakyat Iran,” kata Edry.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hanya beberapa jam setelah menayangkan poster pertama, Edry mengaku telah menerima ratusan pesan dari warga Iran, yang kebanyakan menyampaikan rasa terima kasih atas upaya yang dilakukannya. 

Tidak hanya itu, beberapa warga Iran mulai membuat sendiri poster mereka, yang menunjukkan kecintaan mereka terhadap orang Israel dan memajangnya di laman kelompok tersebut.

Saat ditanya mengapa ia mengunggah poster itu, Edry mengatakan dirinya ingin “menyampaikan pesan yang sangat jelas. Sebelum mereka mengajak kita perang, agar tahu apakah ada orang yang menentang mereka yang ingin berperang.”

Meskipun di laman Pushpin Mehina tergambar situasi persaudaraan universal, mayoritas yang berkomentar di laman tersebut adalah orang-orang Israel. Sementara orang Iran yang merespon kelihatannya adalah para ekspatriat Iran yang merantau ke luar negeri, kebanyakan anak muda berbahasa Inggris yang tidak merasakan pemerintahan rezim di Teheran.

Seorang pemuda Iran mengunggah poster berbunyi senada dengan poster Israel, “My Israeli friends – I don’t hate you, I don’t want war – Love, Peace.”

Jerusalem Post mengontak beberapa warga Iran terkait kampanye itu, hari Ahad lalu. Meskipun menolak untuk disebutkan nama asli dan dipajang fotonya, mereka menyatakan sangat antusias mendukung kampanya tersebut.

Nima (laki-laki, 24, bukan nama sebenarnya) seorang warga Teheran berkata kepada Jerusalem Post, “Sebagai orang Iran kami ingin menyebarkan suara kami, bahwa kami menghormati seluruh orang yang berbeda keyakinan dan kami menginginkan perdamaian seperti halnya kalian.”

Nima menambahkan, ia yakin ketegangan antara kedua negara tidak ada hubungannya dengan rakyat Iran dan Israel. “Itu hanya permainan politik bodoh antar pemerintah dan bukan rakyat.”

Saat ditanya apakah kampanye online semacam itu akan dapat membawa perubahan, Nima menyatakan keraguannya. “Di Iran sini, pemerintah (biasanya) tidak peduli dengan keinginan rakyat atau yang diperlukan rakyat.”

Meskipun demikian, dia yakin kampanye itu dapat membuat sebagian orang tersenyum dan meredakan ketegangan yang ada.

Reza (juga nama samaran) seorang penduduk Shiraz mengatakan, “Kita ini adalah dua peradaban yang telah berteman lebih dari 2.500 tahun. Untuk alasan apa saya harus membenci Israel?” tegasnya dengan nada tanya.

“Kami tidak takut perang, tetapi kami tidak mungkin bertempur melawan saudara-saudara dan teman dari Israel. Sesama saudara tidak saling membunuh satu sama lain. Jika pemerintah kami mengira kita saling berperang, maka biarkan mereka terus bermimpi,” kata Reza.

Edry sendiri mengaku tidak memiliki motif politik apapun dengan kampanyenya itu, meskipun dia mengaku sebagai seorang “pendukung kepentingan sosial” di negaranya. Dia mengaku menciptakan poster itu sebagai warga negara, dan tidak ada pengaruh dari kecenderungan politiknya.

“Dalam perang, Anda bukan kelompok kiri atau kanan. Anda hanyalah seorang prajurit,” katanya.

Tidak kurang dari 90 komentar pro dan kontra dikemukakan pembaca Jerusalem Post di situsnya, mengomentari berita di atas. Satu komentar menarik berasal dari seseorang yang menggunakan nama Tee. Katanya, “Saya tahu mayoritas rakyat Iran tidak membenci Israel. Mantan presiden Israel Moshe Katsav dilahirkan di Yazd, Iran, dengan nama Musa Qasab. Ini menunjukkan kepada kita keterkaitan yang sudah lama antara kedua bangsa.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hari Al Qur`an Bagi Tunis Jumat Mendatang
Tulisan selanjutnya BI: Perbankan Syariah Mesti Benahi Tiga Tantangan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?