Hidayatullah.com—Enam tentara Amerika Serikat tewas akibat bom di jalanan di wilayah timur Afghanistan. Pada saat yang sama di Jepang, Afghanistan mendapatkan janji pinjaman sebesar USD13 milyar dari negara-negara NATO dan sekutunya.
Dilansir oleh BBC (9/7/2012), awalnya identitas kewarganegaraan para tentara yang menjadi korban tersebut tidak segera diumumkan, tetapi kemudian Pentagon mengkonfirmasi bahwa mereka seluruhnya adalah warga negara Amerika Serikat.
Peristiwa itu terjadi bersamaan dengan pertemuan negara-negara donor di Jepang yang menjanjikan untuk memberikan dana sebesar US$16 milliar dolar kepada Afghanistan. Dana itu akan berupa bantuan bagi masyarakat sipil selama empat tahun, termasuk periode selama pasukan asing ditarik mundur, tulis BBC.
Menurut laporan Euronews (8/7/2012), dana pinjaman setara 13 milyar euro itu berasal dari konsorsium 80 negara.
Berdasarkan perhitungan Jepang, lebih dari 30 milyar euro telah dikucurkan untuk Afghanistan, sejak Amerika Serikat menginvasi negara itu pada tahun 2001.*