Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Selalu Bikin Ulah, AS Kecam Tentaranya di Afghanistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 April 2012 09:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Tentara Amerika Serikat (AS)  yang bertugas di Afghanistas kembali melakukan ulah tak elok. Hari Rabu (18/04/2012) lalu, mereka memamerkan foto-foto jasad pejuang Afghanistan  sebagai ajang sendau-gurau. Ksus ini terungkap setelah beredar foto tentara negara adidaya itu bergaya dengan jasad cacat pejuang Afghanistan di koran AS.

Pejabat tinggi Amerika Serikat dan panglima Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Afghanistan Jenderal AS John Allen langsung bergerak cepat mengutuk gambar tersebut bahkan sebelum diterbitkan Los Angeles Times, yang menerima foto itu dari prajurit lain.

Di salah satu gambar itu, satu peterjun bergaya di samping tulisan tak 
resmi di samping jasad, bertuliskan “Pemburu Zombie”. Sementara di gambar lain, tentara bergaya dengan polisi Afghanistan memegang potongan kaki pejuang pembom.

Dua tentara di gambar lain memegang tangan jasad pejuang dengan jari  tengah terangkat. LA Times menyatakan tentara Divisi Lintas Udara 82  berada di kantor polisi di propinsi Zabol, Afghanistan, pada Februari  2010 dan mengunjunginya kembali beberapa bulan kemudian. Gambar itu diambil pada kedua kesempatan tersebut.

Leon Panetta dan Jenderal John Allen mengecam keras tindakan tentara AS berfoto dengan jenazah tersangka pengebom bunuh diri.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mencuatkan kasus ini setelah seorang tentara AS mengambil foto-foto ini dalam dua kesempatan terpisah pada 2010.

Juru bicara Panetta, George Little, mengatakan tindakan tentara AS tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai dan profesionalisme militer AS.

“Foto-foto ini jelas tidak mencerminkan atau mewakili profesionalisme seluruh pasukan AS yang bertugas di Afghanistan,” jelas George Little. 

“Siapapun yang melakukan tindakan yang tidak berperikemanusiaan ini akan diminta tanggung jawab,” kata Little.

Dalam beritanya, Los Angeles Times mengutip redaktur Davan Maharaj menegaskan penerbitan foto-foto tersebut beralasan.

“Setelah mempertimbangkan masak-masak, kami memutuskan menerbitkan sedikit foto, tapi cukup representatif, untuk memenuhi tanggung jawab kami kepada para pembaca dalam melaporkan berita dengan penuh semangat dan imparsial mengenai semua aspek misi Amerika di Afghanistan,” jelasnya seperti dikutip kantor berita AP.

Ini adalah insiden terbaru dari tentara AS di Afghanistan yang memicu ketegangan hubungan antara Kabul dan Washington.

Sebelumnya muncul video tentara AS yang mengencingi mayat-mayat warga Afghanistan. Bahkan kasus pembakaran al-Quran di pangkalan besar udara persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO juga memicu sepekan kerusuhan. Selain banyak kasus tentara Afghan yang telah membikin ulah, mislanya penembakan beberapa wanita dan anak-anak Afghanistan .

Pada Maret, sersan Angkatan Darat Amerika Serikat mengamuk dengan menembak membabi-buta pada malam hari di dua desa Afghanistan selatan, menewaskan 17 warga -sebagian besar wanita dan anak-anak. Kejadian ini mendorong Presiden Afghanistan Hamid Karzai menuntut tentara asing membatasi diri di pangkalan utama.

Skandal Abu Ghraib

Tidak hanya di Afghanistan, semenjak kehadiran pasukan asing di bawah pimpinan Amerika, banyak warga Iraq juga ikut menjadi korban penganiayaan, pemerkosaan dan pelecehan simbol-simbol agama Islam

Tahun 2004,  skandal Abu Ghraib mengguncang dunia, setelah sejumlah perwira tinggi AS terlibat skandal penyiksaan tahanan. Ribuan orang dilaporkan pernah mengalami penyiksaan dengan berbagai cara di penjara itu. Penjara Abu Ghraib, Iraq menjadi pemberitaan dunia setelah tersebarnya foto-foto penyiksaan para tahanan oleh tentara Amerika. Yang keji, dalam foto-foto tersebut, menampakkan tentara AS sedang mengintimidasi, menyiksa sambil mejeng di depan kamera untuk diabadikan.

Akibat kasus ini, Distrik Militer AD Washington mendakwa Letkol Steven Jordan, kepala pusat interogasi Abu Ghraib, dengan 12 tindak kriminal dari tujuh dakwaan yang berbeda. Jika terbukti, ia terancam hukuman 42 tahun penjara.

Jaksa penuntut mengatakan Jordan sengaja menelanjangi dan mengintimidasi tahanan Iraq dengan anjing AD.  sepuluh serdadu berpangkat rendah telah dimeja hijaukan pengadilan militer karena penyiksaan fisik dan pelecehan seksual tahanan Abu Ghraib.

Skandal Abu Ghraib muncul kali pertama pada 28 April 2004. Foto-foto penyiksaan membeberkan cara keji interogator AS kepada tahanan. Salah satu hasil jepretan itu menunjukkan tahanan ditelanjangi dan ditumpuk seperti piramida.

Lucunya, Kopral Charles Gardner Jr,  tokoh utama yang memimpin penyiksaan ini justru akhirnya dibebaskan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Media Islamold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Libya Tuntut Inggris Soal Rendisi Belhaj
Tulisan selanjutnya Kunjungan Mufti Jum’ah Dibantu Pihak Yordan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?