Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Dituntut Minta Maaf ke Warga Muslim Kanada

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Mei 2012 13:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kelompok-kelompok hak asasi manusia di Amerika Serikat berhasil mengumpulkan 60.000 tanda tangan, untuk petisi yang berisi tuntutan agar Presiden Amerika Serikat Barack Obama meminta maaf kepada seorang warga Kanada kelahiran Suriah, yang dicurigai terkait dengan Al Qaidah.

Dilansir Al Arabiya (23/5/2012) dari koran Kanada The Star, pria berusia 41 tahun Maher Arar ditangkap di Bandara John F. Kennedy tahun 2002 saat transit dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Kanada selepas berlibur di Tunisia bersama keluarga.

Pada tahun 2006, sebuah laporan yang dibuat oleh komisi penyelidikan terhadap tindakan para pejabat Kanada dalam kasus Arar, mengatakan bahwa insinyur kelahiran Suriah itu secara salah dimasukkan ke dalam daftar teroris.

Laporan itu menyalahkan pihak kepolisian Kanada yang kurang berpengalaman dan pihak Amerika Serikat yang melakukan rendisi (penculikan atau pemindahan paksa terhadap seseorang lalu dikirim ke negara / tempat lain) serta penyiksaan atas Arar.

Amerika Serikat yang memindahkan Arar ke Suriah setelah dia ditangkap, bersikukuh sejak dulu bahwa masalah Arar hanyalah masalah deportasi semata, bukan rendisi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, banyak pihak yang mencermati kasus Arar menilai Amerika Serikat jelas-jelas melakukan rendisi. Terlebih Arar adalah warga negara Kanada.

Negara Kanada pada tahun 2007 secara resmi telah menyatakan permintaan maaf kepada Arar dan memberikan uang kompensasi sebesar USD10,5 juta.

Tetapi Amerika Serikat berkepala batu dan tidak pernah meminta maaf. AS juga tetap memasukkan nama Arar ke dalam daftar teroris. Bahkan tahun 2010, Mahkamah Agung AS menolak tuntutan agar Arar dibebaskan dari semua dakwaan.

Petisi terkait kasus Arar yang digawangi National Religious Campaign Against Torture, Amnesty International AS dan Center For Constitutional Rights tersebut, dikrim ke Gedung Putih pada hari Senin kemarin (21/5/2012). Hari itu bertepatan dengan waktu pidato Obama tahun 2009 yang menyatakan program rendisi dihapuskan.

Presiden AS George W. Bush pada 26 Oktober 2001 menandatangani berlakunya Patriotic Act, undang-undang yang membolehkan penyadapan dan penggeledahan atas telepon, email, jalur komunikasi, catatan medis, catatan keuangan dan lain-lain atas orang yang dicurigai potensial membahayakan keamanan negara. Dan pada tahun 2011, Obama memperpanjang masa berlaku undang-undang itu dengan tambahan 4 tahun.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikaMuslimold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya SD New York Pelajari Bahasa Arab
Tulisan selanjutnya Berkhianat, Dokter ‘Vaksinasi Usamah’ Dibui

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?