Hidayatullah.com—Seorang pria diangkap oleh aparat keamanan Vatikan karena menyimpan dokumen rahasia milik Tahta Suci, dan membocorkannya ke media Italia.
“Penyelidikan yang dilakukan oleh Kepolisian Vatikan … memungkinkan mereka mengidentifikasi seseorang yang memiliki dokumen-dokumen rahasia. Orang ini sekarang sedang ditanya oleh magistrat Vatikan,” kata jurubicara Tahta Suci Vatikan Federico Lombardi kepada para wartawan, sebagaimana dilansir Al Arabiya (25/5/2012).
Sebuah sumber di Vatikan mengatakan bahwa tersangka bukan seorang pendeta.
Selama berbulan-bulan Vatikan berusaha mengungkap skandal “Vatileaks”, yang merupakan pembocoran sejumlah surat rahasia di lingkungan Tahta Suci.
Sebagian dokumen rahasia itu terkait dengan dugaan kasus korupsi, mismanajemen dan kroniisme dalam pemberian kontrak kerja di Vatikan dan juga manajemen di Bank Vatikan.
Hari Kamis kemarin, presiden Bank Vatikan Ettore Gotti Tedeschi didepak keluar oleh jajaran pimpinannya.
Paus Benediktus XVI yang dikabarkan sangat terkejut dan kecewa dengan kebocoran itu, memerintahkan sejumlah penyelidikan, termasuk satu yang dipimpin oleh Kepolisian Vatikan dan satunya dipimpin oleh komisi kardinal.
Pembocoran dokumen rahasia ke media Italia terjadi sejak awal tahun ini. Dokumen itu antara lain berupa surat dari seorang uskup agung yang dipindah ke Washington, setelah ia membongkar apa adanya jaringan korupsi dan kroniisme, serta dokumen tentang konflik internal dalam tubuh Bank Vatikan. Surat itu menimbulkan citra buruk pada sejumlah kardinal.
Pada bulan Januari, sebuah stasiun televisi Italia menyiarkan surat-surat yang ditujukan kepada kardinal Tarcisio Bertone dan paus dari uskup agung Carlo Mario Vigano, mantan deputi gubernur Vatikan City yang sekarang menjadi duta besar Tahta Suci untuk Washington.
Surat-surat tersebut menunjukkan bahwa Vigano dipindah, setelah ia mengungkap apa yang dia sebut sebagai jaringan korupsi, nepotisme dan kroniisme dalam pemberian kontrak kepada kontraktor di Italia dengan harga murah.
Dalam salah satu suratnya, Vigano menulis bahwa ada hasutan yang dilakukan untuk menjelek-jelekkan dirinya oleh sejumlah pejabat Vatikan lain, yang kesal karena Vigano mengambil langkah drasis dalam membersihkan prosedur pembelian. Vigano memohon agar dia tidak dipindah dari pekerjaannya dan menyelesaikan apa yang telah dimulainya.
Bertone merespon surat Vigano dengan memindahkannya ke Amerika Serikat tiga tahun sebelum masa jabatannya di Vatikan berakhir, meskipun dia bersikeras menolaknya.*