Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Misi Pemantau PBB di Suriah Mungkin akan Ditarik

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Agustus 2012 20:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengunduran diri Kofi Annan sebagai utusan khusus PBB untuk Suriah menimbulkan tanda tanya akan kelangsungan misi PBB di negara masih mengalami bentrokan bersenjata itu.

Sejak awal sejumlah kalangan menilai misi Annan di PBB adalah sebuah mission impossible yang sulit untuk diwujudkan. Dan pengunduran diri diplomat asal benua Afrika itu seakan membenarkannya.

“Dari banyak sisi pengunduran diri Annan menegaskan apa yang sudah kita ketahui bahwa tidak mungkin membuat pemerintah Assa mau menyelesaikan konflik ini,” kata Jon Alterman dari Center fo Strategic and International Studies, dikutip Euronews (3/8/2012).

Kekecewaan tentu dirasakan oleh kelompok oposisi, yang sangat berharap organisasi dunia PBB dapat membantu mereka mengakhiri konflik di Suriah dan menurunkan Presiden Bashar Al Assad.

“Yang tersisa adalah mencari solusi di luar Dewan Kemanan PBB,” kata Monzer Makhous dari Dewan Nasional Suriah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Dan saya tegaskan kembali bahwa hal ini hanya dapat dilakukan dengan membuat zona terlindungi yang merupakan zona larangan terbang dengan zona pengecualian udara,” imbuh Makhous.

“Tuan Annan telah memberitahu saya dan Sekretaris Jenderal Liga Arab Tuan Nabil Al Araby, akan maksudnya untuk tidak memperbaharui mandat saat habis masanya pada 31 Agustus 2012,” kata Ban Ki-moon, dikutip Deutsche Welle (2/8/2012).

“Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Tuan Annan atas kesungguhan dan upayanya yang berani yang telah beliau lakukan sebagai utusan khusus untuk Suriah,” kata sekjen PBB itu.

PBB dan Liga Arab menunjuk Annan, seorang penerima Nobel Perdamaian, sebagai utusan khususnya dalam mengatasi konflik di Suriah pada 23 Februari lalu. Presiden Suriah Bashar Al Assad menyetujui 6 poin rencana perdamaian yang dibawa Annan, namun tidak pernah memenuhinya.

Rusia dan China yang mendukung rezim Bashar Al Assad tida menyetujui rencana damai yang dibawa Annan itu ke Suriah, yang antara lain berisi permintaan agar Assad meletakkan jabatannya.

Menanggapi keinginan Annan, Rusia dan China menyatakan penyesalan atas pengunduran diri politisi yang dianggap cukup brilian di kancah internasional itu.

Majelis Umum PBB rencananya akan mengeluarkan resolusi terkait kegagalan DK-PBB dalam menyelesaikan konflik di Suriah. Meskipun demikian, resolusi itu tidak memiliki gigi dan tidak akan membawa banyak perubahan dalam perseteruan antara kelompok oposisi dengan rezim Bahar Al Assad.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratePBBsuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiga NGO Indonesia Siap Salurkan Bantuan Rp 1 Milyar ke Rohingya
Tulisan selanjutnya 82 Detik Bersejarah Atlet Putri Arab Saudi di Olimpiade

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?