Hidayatullah.com—Data baru menunjukkan bahwa 55% orang Amerika memberikan simpatinya kepada Israel, jauh lebih besar daripada mereka yang bersimpati kepada Palestina 9%, dan sebagaian besar ingin Amerika Serikat menjauhi konfik Palestina-Israel.
Dilansir Russia Today (18/3/2013), 36% responden dalam jajak pendapat ABC News / Washington Post mengatakan mereka tidak bersimpati kepada Israel maupun Palestina. Namun kalaupun mereka harus memilih, maka orang yang menyatakan berpihak pada Israel jumlahnya mencapai 86%.
Angka itu menunjukkan dukungan yang mencolok dari rakyat AS terhadap negara Zionis Yahudi, sejak hal serupa pertama kali ditanyakan kepada publik AS pada tahun 1980-an.
Meskipun 64% respoden berpihak kepada salah satu negara, dua pertiga dari mereka menyatakan ingin agar AS menjauhi konflik itu.
Sementara dari kalangan responden yang tidak memilih kedua negara, jumlah responden yang ingin AS menjauhi konflik Palestina-Israel mencapai 70%.
Jajak pendapat lain yang dirilis Gallup pada hari Jumat menunjukkan konsistensi temuan dari jajak pendapat ABC News tersebut. Di mana Gallup mendapati 64% rakyat Amerika memberikan simpatinya kepada Zionis Yahudi. Angka itu naik dari 60% dari survei pada tahun 2010. Bandingkan dengan hanya 12% responden yang bersimpati kepada Palestina.
Sejak Gallup menanyakan hal serupa tahun 1988, simpati rakyat Amerika yang diberikan kepada Zionis Yahudi Israel terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Hasil kedua jajak pendapat tersebut dirilis menjelang keberangkatan Presiden AS Barack Obama ke Israel.
Namun meskipun simpati warga AS kepada Zionis Israel terus meningkat dari waktu ke waktu, tidak demikian sebaliknya.
Simpati warga Zionis Yahudi menurun kepada AS, sebab Obama dinilai gagal mempertahankan hubungan baik Washington-Tel Aviv yang terjalin sejak dulu. Misalnya, sebelum terpilih Obama tidak pernah duduk bersama dengan para wartawan Zionis Israel hingga Juli 2010.
Tahun 2009 Jerusalem Post melaporkan, hanya 4% Yahudi Israel yang memandang Obama sebagai pendukung Zionis, sementara 51% lainnya yakin Obama lebih pro-Palestina.
Jennifer Rubin dari Washington Post mengatakan, rakyat Zionis Israel terkejut saat Obama yang dianggap “orang yang tidak bersahabat terhadap mereka” terpilih menjadi presiden Amerika Serikat.
Dalam laporan surveinya, ABC News mengatakan, dalam masalah proses perdamaian, kelompok-kelompok agama, pastisan dan ideologi (66-70 persen) berpendapat Palestina dan Israel dibiarakan melakukan perundingan damainya sendiri.*