Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pelaku Aksi Mogok Makan di Guantanamo Ternyata Lebih Besar

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 22 Maret 2013 11:02 11:02 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 22 Maret 2013 11:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kelompok pembela yang mewakili beberapa narapidana di Teluk Guantanamo mengatakan hari Kamis (21/03/2013) bahwa pelaku aksi mogok makan yang saat ini sedang berlangsung di kamp penjara kontroversial itu ternyata jauh lebih besar dari yang disebutkan otoritas militer Amerika Serikat.

Pada hari Rabu, Jenderal John Kelly mengatakan kepada satu Komite Kongres bahwa 24 tahanan Guantanamo sedang melakukan “mogok makan ringan” dengan hanya “makan sedikit” untuk memprotes penghinaan terhadap Al Quran oleh staf militer, dan juga memprotes penahanan mereka yang terus berlangsung tanpa proses pengadilan.

Tapi Omar Farah, bekerja pada Pusat Hak Konstitusi berbasis di New York terhadap isu-isu Guantanamo, mengatakan bahwa salah satu dari tujuh kliennya, Fahad Ghazy, narapidana asal Yaman, baru-baru ini mengatakan bahwa pemogokan melibatkan narapidana lebih banyak lagi. “Mereka (Pentagon) tidak mengakui skala dan jumlah pelaku aksi mogok makan,” kata Farah, seperti diberitakan laman The Guardian, Kamis (21/03/2013) malam.

Pada tanggal 14 Maret, Farah mengatakan, Ghazy telah mengatakan kepadanya melalui telepon bahwa semua narapidana di Kamp Enam Guantanamo, kecuali dua orang, melakukan aksi mogok makan, kira-kira jumlahnya hampir 130 orang.

Ghazy juga menambahkan, beberapa tahanan di Kamp Lima juga mogok makan. Ada sekitar 166 tahanan di Guantanamo, yang sebagian telah dipindahkan atau dibebaskan. Beberapa di antara mereka telah ditahan tanpa tuduhan selama 11 tahun.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Farah memperingatkan, jika aksi mogok makan terus berlanjut, beberapa narapidana bisa mati. “Kami mengkhawatirkan terhadap nasib beberapa orang. Jika aksi mereka terus berlanjut dengan tidak makan, akan dapat mengalami kerusakan fisik yang parah dan bisa mati,” katanya.

Kelly menolak adanya penghinaan terhadap Al Qu’ran, tetapi mengakui delapan tahanan telah turun berat badannya. Sekarang mereka dipaksa makan melalui selang. Dia bersikeras tidak ada krisis apa pun.

“(Mereka) biasa-biasa saja setiap hari, tenang, sepenuhnya kooperatif, untuk diberi makan melalui selang,” katanya. Ia menambahkan, para tahanan lain makan sendiri di sel mereka.

Para tahanan ini berada di penjara Guantanamo sejak dicanangkan “perang melawan teror”. Proses penahanan terhadap para tersangka teror ini telah membuat marah kelompok-kelompok kebebasan sipil di Amerika Serikat dan luar negeri, terutama terkait dengan status hukum tersangka yang penyelesaiannya sangat lambat atau bahkan tidak ada sama sekali.

Presiden Obama pernah berjanji untuk menutup kamp itu di tahun pertama jabatannya, namun usahanya itu terhalang oleh Kongres. Tampaknya saat ini janji itu sudah tak terdengar lagi. Awal tahun ini, kantor Departemen Luar Negeri bermaksud untuk menangani pemindahan tahanan dan penutupan Guantanamo.

Bahkan Kelley mengakui, semangat para narapidana dalam kondisi melorot. “Sebelumnya mereka memiliki optimisme besar Guantanamo akan ditutup. Semangat mereka jatuh, ternyata, janji presiden tidak terlaksana,” katanya.

Sementara itu, pemerhati hak-hak para tahanan juga mengkritik pengumuman baru terkait dihentikannya penerbangan sipil satu-satunya masuk ke basis itu. Awal pekan ini perusahaan Florida, IBC Travel, mengatakan, telah diperintahkan berhenti terbang memasuki ke wilayah itu mulai 1 Mei.

Itu berarti pengacara, wartawan, dan pekerja hak asasi manusia hanya akan bisa masuk dengan menggunakan penerbangan militer — sesuatu yang memerlukan izin dari Pentagon. “Ini tentu akan menjadikan jauh lebih sulit sampai ke sana pada saat kita semua membutuhkan peningkatan akses,” kata Farah.

Satu-satunya sidang pengadilan terhadap narapidana Teluk Guantanamo terhadap dugaan pelaku 11 September, dilakukan terhadap Khalid Syeikh Muhammad dan empat lainnya, yang dimulai tahun lalu. Sedang, anak tiri Usmah bin Ladin, Sulaiman Abu Ghaith, yang ditangkap awal bulan ini, akan dituntut di pengadilan pidana di New York atas tuduhan bersekongkol untuk membunuh orang Amerika.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengapa Barat Memilih Ateis? (bagian 1)
Tulisan selanjutnya Kardinal O’Brien Lama Terlibat Hubungan Homoseksual

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?