Hidayatullah.com—Di Yordania para pengungsi Suriah tidak yakin perundingan Jenewa II akan membawa perdamaian di negara mereka yang dikoyak-koyak pertikaian bersenjata.
Orang-orang Suriah di Zaatary, kamp pengungsian terbesar kedua di dunia, merasa putus harapan.
“Menurut kami konferensi Jenewa II tidak akan menghasilkan apapun … sebab masyarakat internasional hanya menonton rakyat Suriah sekarat … kehilangan tempat tinggal dan menderita,” kata salah seorang warga Suriah yang menyelamatkan diri ke Yordania, lansir Euronews (23/1/2014).
“Jenewa II tidak akan menghasilkan solusi apapun … kami tidak berharap apa-apa dari Jenewa II. Kami ingin Friends of Syria (gabungan beberapa negara yang peduli dengan masalah Suriah-red) dan negara-negara Arab memberikan dukungan kepada kami berupa senjata,” kata salah seorang pengungsi lainnya.
Hal senada dikatakan oleh para pengungsi Suriah di Kilis, wilayah selatan Turki. Mereka menilai perundingan yang dilakukan di negara Swiss itu tidak akan mengembalikan keadaan menjadi normal di Suriah.
“Apakah oposisi dan rezim Suriah duduk dalam meja perundingan atau tidak, hal itu tidak ada bedanya. Rakyat Suriah telah ditinggalkan sendirian dan masyarakat internasional sudah mengabaikan mereka,” kata seorang pengungsi bernama Mustafa Rajab.
“Ketika satu orang mati di Israel, seluruh dunia mengangkat senjata. Tetapi, tak seorang pun mengangkat satu jari meskipun melihat kenyataan ada ribuan orang tewas di Suriah,” imbuhnya.
Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa, konflik berdarah di Suriah telah menewaskan lebih dari 130.000 orang dan menciptakan 2,3 juta orang pengungsi.*