Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Warga Muslim AS Khawatir Diserang Setelah Bom Boston

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 17 April 2013 12:44 12:44 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 17 April 2013 12:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Segera setelah beberapa bom meledak di garis finish “Boston-Marathon” Senin petang, seorang pengguna twitter yang dilaporkan berasal dari Libya menulis komentar, yang kemudian di-retweet oleh orang-orang Muslim di Amerika. Ia menulis, “Semoga bukan warga Muslim”.

The Muslim Public Affairs Council adalah salah satu yang me-retweet komentar itu. Haris Tarin yang mengepalai kelompok advokasi di Washington mengatakan, “Komentar itu mencerminkan perasaan warga Muslim-Amerika, bahwa begitu ada serangan teroris, warga Muslim-Amerika akan dituduh.”

Ia menambahkan, banyak Muslim merasa diserang sebagai warga Amerika dan dikucilkan sebagai Muslim karena kecurigaan yang sering ditudingkan pada mereka.

Presiden Amerika Barack Obama berhati-hati mengambil kesimpulan sebelum seluruh fakta diketahui. Tarin mengatakan, pada umumnya pejabat dan pemimpin politik Amerika bersikap demikian.

“Saya kira badan-badan penegak hukum dan banyak pejabat publik kita sudah sangat bertanggungjawab dalam pernyataan dan pembicaraan mereka tentang isu ini,” tambah Tarin, dilaporkan VOA, Selasa (16/04/2013).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Meskipun serangan 11 September 2001 dilakukan warga yang mengatasnamakan Islam, ada pula beberapa serangan teroris yang dilakukan oleh para ekstrimis di dalam negeri yang tidak terkait apapun dengan Islam, ujar Ibrahim Hooper dari Council on American Islamic Relations.

Hooper mangatakan, “Yang harus kita lakukan mengingat kembali serangan tahun 1995 terhadap gedung federal Murrah di kota Oklahoma, di mana begitu banyak orang tewas dan pada beberapa hari pertama warga Muslim dan Arab menjadi target.”

Dalam kasus itu, dua warga Amerika yang terdorong sentimen anti-pemerintah akhirnya divonis bersalah, dan satu di antara mereka dihukum mati.

Terkait serangan di Boston, beberapa komentar anti-Muslim tampak pada situs-situs media sosial. Pada saat bersamaan, pemimpin kelompok ekstrimis Salafi di Yordania mengatakan ia gembira melihat bencana di Boston itu.

“Ada miliaran orang di dunia yang memiliki akses internet dan satu dua individu bisa memiliki pandangan ekstrimis. Tapi tidak berarti hal ini mewakili mayoritas warga Muslim di seluruh dunia,” ujar Hooper.

Para pemimpin Muslim Amerika mengatakan, serangan seperti yang terjadi di Boston ini seringkali bertujuan untuk memecah warga Amerika. Mereka mengatakan, Amerika seharusnya menanggapi serangan itu dengan menunjukkan persatuan, lepas dari siapa yang melakukannya.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kelakuan 5 Siswi Tolitoli Permainkan Ritual Shalat Disesalkan
Tulisan selanjutnya Bank Syariah Akan Dapat Pengalihan Rp 11 Triliun Dana Haji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?