Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Hari Ke-100 Mogok Makan Guantanamo, Aktivis Kirim Petisi ke Washington

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Mei 2013 20:50 8:50 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Mei 2013 20:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para aktivis yang menuntut penutupan penjara Guantanamo menandai seratus hari mogok makan para tahanan di penjara itu dengan mengajukan petisi ke Gedung Putih berisi sekitar 370.000 tanda tangan.

Sekelompok aktivis berpakaian warna oranye dan penutup kepala hitam seperti yang digunakan para tahanan di Guantanamo berkumpul di luar Gedung Putih pada hari Jumat (17/5/2013) guna menyeru penutupan segera penjara yang penuh kontroversial itu.

“Tidak bermoral, ilegal, tidak efektif,” bunyi spanduk yang dibawa para aktivis.

Richard Killmer, direktur pelaksana National Religious Campaign Against Torture, mengatakan bahwa “penahanan tanpa pengadilan selama bertahun-tahun telah menciptakan perasaan putus asa dan tanpa harapan di kalangan tahanan di Guantanamo, yang lebih dari 100 orang di antara mereka ikut melakukan mogok makan.”

Kolonel Morris Davis, mantan jaksa militer di Guantanamo, menyerahkan petisi itu ke Gedung Putih.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para aktivis juga mengacung-acungkan patung tiruan Obama, mengingatkan akan janji presiden Amerika Serikat itu untuk menutup penjara militer AS di Kuba tersebut.

Dari 166 tahanan, 102 di antaranya melakukan mogok makan di Guantanamo, di mana 30 orang dari mereka dipaksa makan lewat selang. Seorang tahanan masih berada di rumah sakit, namun pihak pengelola penjara mengatakan kondisinya tidak kritis.

Para tahanan menolak pemaksaan makan yang dilakukan petugas penjara dengan memasukkan selang dari hidung langsung ke lambung mereka, sebuah tindakan yang dinyatakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai salah satu bentuk penyiksaan.

Berbicara kepada Aljazeera, Dr Otman Kloiber, sekretaris jenderal World Medical Association, mengatakan bahwa pemaksaan makan lewat selang itu “merendahkan martabat dan tidak berperikemanusiaan.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sehat, Mulia dan Bahagia dengan Mengasuh Anak
Tulisan selanjutnya Rusia Usir Diplomat AS dan Ungkap Agen CIA

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?