Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ekonom: Mata Uang Tunggal Teluk Arab Mesti Diwujudkan

Insan Kamil
Terakhir diupdate:
Insan Kamil
Dipublikasikan 21 Mei 2013 07:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Mantan kepala ekonom Otoritas Pusat Keuangan Internasional Dubai (IFCA) Nasser Saidi pada Senin (20/05/2013) mengatakan bahwa enam negara Teluk Arab harus mewujudkan rencana mata uang tunggal, meskipun negara-negara euro mengalami krisis.

Dalam wawancara dengan mingguan Arabian Business yang berbasis di Dubai, Saidi mengatakan, Dewan Kerjasama Teluk (GCC), yang beranggotakan Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab dan Oman, jauh lebih stabil daripada 17 anggota zona euro yang sarat utang, lapor Xinhua.

“Negara-negara GCC tidak memiliki perbedaan makro-ekonomi yang besar seperti yang dimiliki negara-negara Eropa,” kata Saidi yang sekarang menjabat sebagai seorang ekonom independen.

Rencana untuk menerapkan mata uang bersama GCC telah dikaji selama sepuluh tahun terakhir, tetapi beberapa kali ditunda. Saat ini tidak ada target waktu yang tepat untuk ditetapkan oleh GCC, yang merupakan rumah dari sekitar 60 persen cadangan minyak dunia.

Saidi, yang juga mantan Menteri Ekonomi Lebanon, menambahkan bahwa negara-negara GCC memiliki tingkat utang dan defisit anggaran yang rendah, serta memiliki cadangan devisa dan sumber daya alam melimpah, yang berarti mata uang umum akan masuk akal.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut asosiasi perbankan global Institute of International Finance (IIF), yang berbasis di Washington, surplus neraca eksternal GCC cenderung menurun dari puncaknya 389 miliar dolar AS pada 2012 menjadi 334 miliar dolar AS pada 2013, namun masih memimpin untuk jumlah yang banyak dari aset asing, yang IIF perkirakan naik menjadi 2,5 triliun dolar AS pada akhir tahun.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Percaya Tuhan, Obat Depresi dan Lebih Sehat
Tulisan selanjutnya Gerakan Anti Miras Desak Baleg DPR Prioritaskan Pembahasan RUU Miras

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?