Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kardinal Australia Kembali Minta Maaf Atas Pencabulan Anak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Mei 2013 05:28 5:28 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Mei 2013 05:28
Bagikan
Bagikan

Hidayayatullah.com–Pemimpin umat Katolik Australia, Kardinal George Pell mengatakan ia meminta maaf sepenuhnya dan menyesal atas pencabulan anak-anak yang dilakukan oleh sebagian pengurus gereja Katolik selama puluhan tahun.

Kardinal Pell menyampaikan hal itu di hadapan tim penyelidik parlemen negara bagian di Victoria.

“Saya ingin mengatakan bahwa saya bersedia menuruti seruan pemimpin negara bagian Victoria untuk menyatakan bahwa saya benar-benar meminta maaf dan sangat menyesal,” kata Kardinal Pell pada Senin (27/05/2013) dikutip BBC.

Kardinal Pell membantah ia pribadi turut menutup-nutupi pastur pedofil, tetapi mengatakan tindakan tersebut jelas terjadi.

‘Budaya bungkam’

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ia mengakui bahwa pendahulunya Uskup Agung Melbourne, Frank Little, menutup-nutupi masalah dan tidak membahasnya dengan para penasehat atau dengan para uskup.

Ia menuding adanya budaya bungkam yang pernah berkembang di kalangan gereja.

“Saya pikir kesalahan terbesar terjadi karena tak seorang pun membahas masalah itu, tak seorang pun menyinggungnya. Jadi saya pikir tidak banyak orang di jajaran pimpinan gereja yang mengetahui persoalan menghebohkan dan menyebar luas yang terjadi,” tuturnya.

Kardinal Pell menghadapi tuduhan sengaja menutup mata dan kurang berempati terhadap para korban dan keluarga mereka.

Gereka Katolik Roma di Victoria mengukuhkan lebih dari 600 kasus pencabulan anak oleh para pejabat gereja. Sebagian kasus terjadi pada tahun 1930-an.

Sebelumnya George Pell menggunakan Klik pesan Natal untuk menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak yang mengalami penderitaan di tangan pastur dan guru.

Penyelidikan di tingkat parlemen negara bagian Victoria diadakan bersamaan dengan penyelidikan nasional terhadap pencabulan anak-anak di lembaga negara dan lembaga agama di Australia.

Komisi Khusus

Tahun lalu, uskup senior di Australia ini juga pernah meminta maaf kepada siapa saja yang “telah menderita oleh tangan” para pastor dan guru agama. Permintaan maaf ini disampaikan dalam pesan Natal, setelah menghadapi setahun yang penuh gejolak bagi gereja.

Dalam pesan melalui video yang disiarkan di televisi, Uskup Agung Sydney, George Pell, mengatakan, dia terkejut dan malu, menyusul serangkaian tuduhan pedofilia yang dilakukan para imam dan pastor dan upaya gereja menutup-nutupi kasus-kasus tersebut.

Perdana Menteri Julia Gillard tahun 2012 pernah membentuk satu komisi untuk menyelidiki semua persoalan yang ditujukan pada organisasi keagamaan, sekolah, dan panti-panti negara atas kasus-kasus pelecehan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Suu Kyi Kecam Pembatasan Anak untuk Muslim Rohingya
Tulisan selanjutnya Kebijakan Pemerintah Rakhine Hambat Perawatan Kesehatan Pengungsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?