Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tak Peduli Mesir, Ethiopia Tetap Bangun Bendungan di Sungai Nil

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Juni 2013 20:11 8:11 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Juni 2013 20:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ethiopia akan maju terus dengan rencana pembangunan bendungan raksasa di Sungai Nil Biru, kata pejabat negara itu Kamis (6/6/2013), setelah Mesir memperingatakan akan bertindak jika suplai airnya terganggu, lapor AFP.

“Kami akan melanjutkan proyek kami, menurut saya hal itu tidak akan tergantung dengan keinginan politisi di Mesir,” kata Getachew Reda, jurubicara untuk Perdana Menteri Ethiopia Hailemariam Desalegn.

Sepanjang pembangunan Bendungan Renaisans itu terkait kepentingan pemerintah dan rakyat Ethiopia, maka apapun kendalanya proyek itu akan dilanjutkan, imbuh Desalegn.

Ethiopia pekan lalu mulai mengalihkan Sungai Nil Biru sejauh 500 meter dari jalur alaminya, sehingga membuat marah sebagian politisi Mesir.

Sungai Nil yang mengalir di Mesir, bersumber dari dua sungai besar yaitu Nil Putih dan Nil Biru, yang keduanya bertemua di Khartoum ibukota Sudan. Nil Biru mata airnya berada di Danau Tana di Ethiopia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hari Rabu Mesir mengatakan akan meminta Ethiopia menghentikan pembangunan bendungan bernilai US$4,2 milyar itu. [Baca juga berita sebelumnya: Mesir Terancam Bendungan Ethiopia di Sungai Nil Biru]

“Orang lain berhak memenuhi kepentingan mereka sendiri. Tetapi harus ada jaminan bahwa bendungan Ethiopia tidak akan membahayakan Mesir, kalau tidak maka semua kemungkinan bisa terjadi,” kata Ayman Ali, salah seorang penasehat presiden Mesir dilansir MENA.

Dari bendungan raksasa itu, untuk tahap pertama yang direncanakan selesai pada tahun 2016, Ethiopia berharap memperoleh suplai listrik sebesar 700MW. Target akhir, bendungan itu dapat menjadi sumber energi listrik dengan kapasitas 6.000MW.

Menurut Getachew, Ethiopia telah mengundang Presiden Mesir Muhammad Mursy untuk membicarakan tentang proyek bendungan tersebut. Meskipun demikian, imbuhnya, kelangsungan proyek itu tidak bisa dinegosiasikan.

Mesir berkeyakinan memiliki “hak historis” atas Nil yang dijamin oleh dua perjanjian yang dibuat tahun 1929 dan 1959, di mana isinya menyatakan 87% air Sungai Nil harus tetap mengalir dan memungkinkan Mesir membatalkan proyek apapun di daerah hulu yang bisa mengganggu aliran air sungai besar itu.

Namun, sebuah perjanjian baru yang ditandatangani tahun 2010 oleh negara-negara lain di sekitar Nil, termasuk Ethiopia, membolehkan mereka membuat proyek di aliran sungai itu, tanpa persetujuan dari Kairo.

Ethiopia membangun beberapa bendungan di wilayah negaranya dengan tujuan mengekspor listrik ke negara tetangga seperti Kenya, Sudan dan Djibouti, tulis AFP.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemprov: Ada Pihak Tidak Senang Syariat Islam di Aceh
Tulisan selanjutnya Ada Lowongan Kerja, Pengangguran Amerika Tetap Naik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Artikel
21 Juli 2026 07:00
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Terbaru

  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?