Hidayatullah.com—China Labor Watch hari Senin (29/7/2013) menuding salah satu pabrik pembuat iPhone untuk Apple Inc tidak membayar upah buruh dan memaksa pekerjanya bekerja berlebihan.
CLW mengatakan bahwa Pegatron Corp melakukan pelanggaran atas hukum dan janji Apple tentang kondisi pekerjanya.
Dalam pernyataannya, Apple berjanji akan menyelidiki tuduhan yang dialamatkan ke Pegatron dan menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan para pekerjanya.
CLW mengatakan, pihaknya melakukan penyelidikan di dua pabrik di Shanghai dan satu pabrik di Suzhou, yang mempekerjakan total 70.000 orang. Pelanggaran yang ditemukannya antara lain diskriminasi terhadap perempuan dan etnis minoritas, jam kerja berlebihan, kondisi tempat, kesehatan dan keamanan yang buruk serta masalah polusi.
Laporan CLW mengatakan, Pegatron menggarap produk iPhone 4, iPhone 4S dan iPhone 5 untuk Apple Inc.
Pihak Apple membenarkan satu tuduhan pelanggaran yang disebutkan CLW, yaitu kartu identitas sejumlah pekerja ditahan oleh pihak manajemen. Apple mengaku telah meminta Pegatron menghentikan tindakan itu.
CLW mengatakan, mayoritas pekerja bagian produksi di Pegatron bekerja selama 66-69 jam perminggu, jauh di atas batas legal yang ditetapkan pemerintah China 49 jam perminggu. Tidak hanya itu, buruh dipaksa untuk memalsukan jam kerja di kartu hadir untuk menutupi pelanggaran tersebut.
CLW juga mengatakan, Pegatron melakukan diskriminasi dengan tidak menerima pegawai di bawah usia 35 tahun dan orang-orang asal etnis Hui, Tibet serta Uighur.
Pegatron juga menyuruh pekerjanya membuang air yang mengandung bahan polutan kimia berbahaya hasil dari proses pemotongan ke saluran pembuangan.
Kantor Apple di Curpentino, California mengatakan akan mengirim auditor ke tiga pabrik Pegatron pekan ini untuk menyelidiki klaim CLW tersebut, lansir Associated Press.
Apple mengatakan, berdasarkan audit internalnya, pekerja Pegatron bekerja rata-rata 46 jam perminggu untuk menggarap produk-produk Apple.
Pegatron didirikan tahun 2008. Perusahaan Taiwan itu membuat komputer personal dan notebook, televisi LCD, peralatan sistem nirkabel dan pita lebar, serta produk lainnya.
“Kami menanggapi tuduhan ini secara serius,” kata CEO Pegatron Jason Cheng dalam pernyataannya, dan berjanji akan segera menyelidiki masalah itu serta mengoreksinya agar sesuai peraturan yang berlaku.
Sebelumnya perusahaan supplier Apple asal Taiwan yang lain juga dikecam karena berbagai kasus pelanggaran hak buruh. Foxconn, sebuah unit Hon Hai Precision Industry Co, mendapat sorotan tajam setelah banyak kasus bunuh diri buruh akibat berbagai tekanan dan kondisi pekerjaan yang buruk.*