Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mantan PM Libanon: Senjata Hizbullah Harus Dilucuti

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Agustus 2013 16:24 4:24 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Agustus 2013 16:24
Bagikan
PM Libanon, Saad al Hariri
Bagikan

Hidayatullah.com—Mantan perdana menteri Libanon Saad Hariri hari Jumat (2/8/2013) mengatakan, gerakan Syiah Hizbullah telah kehilangan klaim mereka yang mengatakan bahwa persenjataan yang dimiliki adalah untuk melawan Zionis Israel.

“Pemikiran … bahwa Libanon membutuhkan persenjataan milik kelompok perlawanan Hizbullah untuk menghadapi ancaman Israel … adalah pemikiran yang sudah basi,” kata Hariri dikutip AFP.

Persenjataan Hizbullah “telah berganti dari untuk memerangi musuh Israel menjadi memerangi rakyat Suriah,” kata Hariri dalam pernyataannya lewat sebuah stasiun televisi di Jeddah, Arab Saudi, tempat tinggalnya saat ini.

Dipercaya lebih lengkap senjatanya dibanding tentara pemerintah Libanon, Hizbullah tidak pernah dilucuti sejak perang sipil 1975-1990 berakhir, dengan alasan persenjataan mereka diperlukan untuk melindungi negara dari serangan Zionis Israel.

Tahun 2006 Hizbullah terlibat perang 33 hari dengan Israel, yang meluluhlantakkan wilayah mayoritas Syiah di selatan Libanon dan sebagian kota Beirut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hariri mengatakan, persenjataan milik Hizbullah digunakan untuk menimbulkan ketakutan dalam kehidupan politik dan rakyat Libanon.

Tahun 2008 prajurit Syiah Hizbullah mengambilalih kontrol dan menduduki wilayah barat kota Beirut, dalam bentrokan dengan pendukung Hariri –seorang Muslim– sehingga menimbulkan kekhawatiran perang sipil baru di Libanon.

Beberapa bulan belakangan, Syiah Hizbullah terlibat dalam perang di negara tetangga dengan membantu rezim Syiah Alawi pimpinan Bashar al-Assad melawan rakyat Suriah.

Pernyataan Hariri tersebut dikemukakan sehari setelah Presiden Libanon Michel Sleiman mengatakan untuk pertama kalinya bahwa gudang senjata Hizbullah harus berada di bawah pemerintah Libanon.

Hari Kamis (1/8/2013) Sleiman juga mengatakan bahwa dia menentang keikutsertaan gerakan Syiah itu dalam konflik di Suriah.

Saad Hariri, putra dari milyuner dan mantan perdana menteri Libanon Rafiq Hariri yang wafat karena dibunuh, sudah tidak tinggal di negaranya selama hampir dua tahun karena khawatir akan upaya-upaya pembunuhan atas dirinya.

Hari Jumat Perserikatan Bangsa-Bangsa mendukung dibentuknya peradilan untuk mengadili pelaku pembunuhan ayahnya. Setelah sebelumnya berulang kali ditunda, persidangan rencananya akan dimulai pada 13 Januari 2014.

Empat anggota Hizbullah akan diadili dalam persidangan itu secara in absentia, karena keterlibatan mereka dalam pengeboman di daerah pantai di Beirut tahun 2005 yang menewaskan Rafiq Hariri dan 22 orang lainnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yusuf Islam ke Turki Galang Dana Masjid Univ Cambridge
Tulisan selanjutnya Produk Susu Fonterra Tercemar Bakteri Botulisme

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?