Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kematian Covid-19 di Inggris Menjadi yang Tertinggi di Eropa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Mei 2020 11:49 11:49 am
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Mei 2020 11:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Inggris sekarang merupakan negara dengan jumlah kematian akibat Covid-19 tertinggi di kawasan Eropa, menurut data terbaru pemerintah seperti dilapnsir BBC Selasa (5/5/2020).

Terdapat 29.427 kematian Covid-19 tercatat di seluruh Inggris, angka yang disebut Menteri Luar Neger Dominic Raab sebagai “sebuah tragedi yang masif.”

Angka itu melampaui Italia, yang sebelumnya menjadi yang tertinggi di Eropa, yang membukukan hingga saat ini 29.315 kematian akibat infeksi virus SARS-CoV-2.

Robert Cuffe, kepala statistik BBC, mengatakan bahwa Inggris mencapai angka kematian itu dalam waktu lebih cepat dibanding Italia. Namun demikian, perlu diingat bahwa populasi Inggris 10% lebih tinggi dibanding Italia.

Di samping itu, Italia sampai saat ini sudah melakukan tes Covid-19 lebih banyak dibanding Inggris. Kedua negara memiliki kebijakan berbeda terkait tes coronavirus mematikan ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dengan banyaknya kematian itu apakah Inggris lantas lebih buruk dari Italia dalam menangani wabah?

Dalam keterangan pers harian berkaitan dengan wabah coronavirus, Raab mengatakan bahwa negara mana yang terbaik dalam mengatasi wabah tidak bisa disimpulkan sampai penyebaran penyakit ini berlalu.

Prof Sir David Spiegelhalter, dariUniversitas Cambridge, mengatakan kita bisa “memastikan” bahwa semua data yang dilaporkan “secara substansial lebih rendah” dari jumlah sebenarnya yang meninggal dunia akibat coronavirus.

“Kita bisa dengan aman (yakin) mengatakan bahwa tidak satu pun negara yang baik [dalam penanganan wabah ini], lagi pula ini bukan kontes Eurovision dan percuma untuk berupaya memeringkatkannya,” kata Spiegelhalter.

Perbandingan, menurut Prof Spiegelhalter, hanya masuk akal apabila semua penyebab kematian ditelaah, dipetakan distribusinya berdasarkan kelompok umur dari masing-masing negara itu. Meskipun demikian, hal itu tidak mudah dilakukan sebab setiap negara memiliki beragam perbedaannya masing-masing.

Hingga saat ini China, sebagai negara awal wabah, masih diragukan kevalidan data kematiannya sebab sejak awal negara itu disinyalir kuat berusaha menutupinya guna meredam kepanikan warga. Terakhir, pejabat China bahkan mengakui bahwa sejak awal mereka hanya menghitung kematian Covid-19 yang terjadi di rumah sakit atas orang-orang yang memang sudah dikonfirmasi positif coronavirus saja.

Hanya menghitung kematian Covid-19 di rumah sakit juga diakui sejumlah negara Eropa lain seperti Prancis dan Spanyol.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronaviruscovid-19EropainggrisItalia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Didi Kempot dan Sebuah Kematian
Tulisan selanjutnya Tips Budidaya Ikan & Sayuran Sekaligus di Rumah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?