Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Wartawati Italia Menyebut Tembakan AS Disengaja

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Maret 2005 04:19 4:19 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Maret 2005 04:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- Ratusan orang berdemonstrasi di luar Kedubes AS di Roma, kemarin. Mereka kecewa atas penembakan tentara AS terhadap wartawan Italia, Giuliana Sgrena dan intelijen Italia. Sgrena mengaku, AS memang berniat membunuhnya. Penembakan itu terjadi di satu pos pemeriksaan yang dijaga tentara AS dekat Bagdad setelah Sgrena, seorang koresponden veteran Timur Tengah bagi harian komunis Il Manifesto, telah dibebaskan dan akan meninggalkan Iraq.

Intelijen Italia itu, Nicola Calipari, tewas ketika dia mencoba melindungi Sgrena dengan badannya dari tembakan tentara AS saat mobil mereka mendekati pos pemeriksaan. Dua pejabat keamanan Italia lainnya menderita luka-luka dalam insiden tersebut.

“(Presiden AS George W.) Bush telah berubah; sekarang dia juga membunuh warga Italia,” kata tulisan pada spanduk yang diusung para demonstran.

Beberapa jam kemudian, pesawat yang membawa jenazah agen intelijen Italia yang dibunuh itu tiba di Roma. Presiden Italia, Carlo Azeglio Cimapi, termasuk di antara delegasi yang hadir di bandar udara Ciampino, Roma, untuk menghormati agen Calipari. Sementara yang lainnya kebanyakan karyawan surat kabar Il Manifesto.

Peti jenazah Calipari yang dibalut bendera Italia diangkut dengan pesawat militer. Seorang pendeta militer, adik Capilari, dan seorang pendeta dari badan penasihat Vatikan memberkatinya. Istri, dua anak serta ibu Calipari juga hadir. Setibanya di Roma, jenazah Calipari kemudian diangkut dengan kereta kuda.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Calipari berhasil menegosiasikan pembebasan Giuliani yang telah hampir sebulan disekap para penculiknya.

Sgrena yang bahunya diperban, terbang ke Roma menggunakan pesawat pemerintah kemarin pagi dan langsung dibawa ke RS Celio. Dia akan menjalani pembedahan beberapa hari ke depan. Namun, dia telah mendapat pertolongan darurat di sebuah rumah sakit militer AS di Bagdad.

Target Bunuh

Dalam perjalanan pulang dari Iraq, Sgrena, mengatakan serangan pasukan AS, yang melukai dirinya dan menewaskan seorang perwira intelijen Italia, tidak bisa dibenarkan.

“Mobil kami melaju dengan kecepatan normal, sehingga tidak mungkin disalahpahami,” jelas wartawan itu mementahkan perkiraan pasukan AS bila itu adalah serangan bunuh diri.

“Itu bukan pos penjagaan, tetapi patroli AS yang langsung menembaki kami begitu mereka menyorotkan lampunya pada kami,” katanya.

Sementara rekannya, yang menemaninya dari Bagdad, mengatakan tembakan itu disengaja. “Pasukan Amerika dan Italia tahu tentang kedatangan mobilnya,” kata Pier Scolari saat meninggalkan rumah sakit. “Mereka berada sekitar 700 meter dari bandara, yang artinya mereka telah melewati semua pos penjagaan,” lanjutnya.

Sgrena menganggap kejadian itu adalah tragedi dalam hidupnya. “Tiba-tiba ada penembakan. Ketika itu, saya berbicara dengan Nicola Calipari (agen rahasia yang meninggal dunia, Red) yang menceritakan kepada saya apa saja yang terjadi di Italia selama saya disandera,” kenangnya.

“Ketika tembakan terjadi, Nicola langsung memeluk dan menunduk untuk melindungi saya. Saya sangat kaget. Namun, sebelum kekagetan saya berhenti, tiba-tiba mobil kami ditembaki lagi,” ceritanya. “Setelah tembakan itu, Nicola jatuh dan saya sadar dia sudah meninggal dunia,” tuturnya. Sgrena menambahkan, penembakan terus berlangsung karena sopir tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan bahwa mereka adalah warga Italia. “Itu adalah hal yang buruk.”

Setelah serangan berhenti, Sgrena mengingat apa yang pernah dikatakan penculiknya, mereka meminta saya berhati-hati karena Amerika tidak ingin saya kembali dengan selamat. Pejabat militer Italia mengatakan, dua agen lainnya juga terluka. Namun, AS mengatakan hanya satu agen yang terluka. Nicola adalah pemimpin negosiasi yang membebaskan Sgrena.

Sekalipun Italia menyangkal menukar Sgrena dengan uang, Menteri Pertanian Gianni Alemanno mengatakan bahwa ada kemungkinan tebusan yang cukup banyak dikeluarkan pada kasus tersebut. Media-media Italia menduga, sekitar USD 10 juta (sekitar Rp 90 miliar) tebusan dikeluarkan untuk membebaskan Sgrena.

Insiden itu menimbulkan kemarahan kepada AS di Italia. “Mereka yang bersalah harus dihukum. Kita menuntut permintaan maaf dari AS. Kita adalah sekutu yang tepercaya, namun kita tidak ingin dianggap remeh,” tegas Alemanno.

Mantan Perdana Menteri Italia dan pemimpin oposisi sayap kiri Italia, Romano Prodi, juga mengatakan bahwa dirinya tidak mempercayai versi AS tentang insiden tersebut. “Semua 57 juta warga Italia yang bersatu demi pembebasan Sgrena memiliki hak mengetahui kenyataan sebenarnya,” kata Prodi. Sedangkan Perdana Menteri Berlusconi langsung memanggil duta besar AS setelah kejadian itu dan meminta jawaban segera dari AS. (ap/afp/Ajz/mi/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Negara Arab Ganjal Perjuangan Palestina
Tulisan selanjutnya Walikota London Sebut Ariel Sharon Penjahat Perang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?