Hidayatullah.com—Televangelis Turki Adnan Oktar, yang juga dikenal sebagai Harun Yahya, membantah semua tuduhan yang diberikan kepadanya di depan pengadilan Istanbul, Kamis 19 Juli 2018.
Dalam kesaksiannya ke pengadilan, Adnan Oktar mengaku tidak bersalah, mengklaim bahwa dia adalah korban “plot” dan bahwa dia adalah “seorang nasionalis dan orang Atatürkist.”
“Saya tinggal di mata publik. Semua orang tahu saya ketika saya tinggal di antara banyak orang dan di TV. Di semua tempat saya telah dikenal, ”katanya dikutip laman hurriyetdailynews.
Dia membantah tuduhan menjadi “pemimpin organisasi” dan menolak tuduhan perkosaan dan pelecehan seksual.
Oktar juga mengatakan bahwa penghasilan bulanannya adalah 3.500 Lira, sekitar $ 730.
Dikutip Anadolu Agency, Pengadilan Istanbul, menahan Oktar bersama dan lebih dari 160 orang lainnya dengan tuduhan melakukan beberapa kejahatan. Beberapa tersangka lainnya masih dalam tahanan sedang diinterogasi.
Dia ditahan 11 Juli 2018 ketika polisi mencari orang-orang yang dicurigai terkait dengan sekte organisasi, sebagaimana tuduhan polisi.
Kelompoknya telah dituduh melakukan kejahatan termasuk mendirikan organisasi kriminal, pelecehan seksual anak, hubungan seksual dengan anak di bawah umur, penculikan, melanggar hukum pajak dan melanggar undang-undang anti-terorisme.
Oktar memiliki saluran TV yang disebut A9, dari mana ia menyiarkan acara tentang isu-isu agama dan sosial.
Selama operasi ke kompleksnya, polisi menyita enam truk penuh artifak sejarah dan barang antik bersama dengan lebih dari 400 stik memori, 70 senjata, lebih dari 3.000 peluru, mobil mewah, dan uang tunai dalam jumlah besar.
Pada tahun 2006, Oktar menulis Atlas Penciptaan di bawah nama pena Harun Yahya, yang banyak dijadikan rukukan dalam menggugurkan teori Evolusi Darwin, yang disebutnya akar dari terorisme global.
Bersama timnya, Adnan telah menulis lebih dari 300 buku, diterjemahkan ke dalam 73 bahasa. Buku-bukunya yang meruntuhkan Teori Darwin banyak melahirkan perlawanan di Eropa dan Barat.
Dalam sebuah pernyataan singkatnya kepada media, Adnan mengatakan penangkapan dirinya adalah konspirasi Inggris.
“Ini adalah konspirasi oleh negara dalam Inggris,” Dia menjawab seperti yang ia adalah dikawal dari mobil polisi ke rumah sakit.
“Ini adalah konspirasi ‘Negara dalam Inggris’,” kata pria 62 tahun itu saat dicegat wartawan ketika digiring polisi menuju Rumah Sakit Istanbul untuk pemeriksaan kesehatan.
Kelompok yang sering ia sebut “British deep state” diduga telah melakukan banyak konspirasi untuk menguasai dunia, seperti yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan ‘Israel’.
Dalam situsnya, Harun Yahya pernah mengatakan “British deep state” telah berada di balik penjajahan dan kolonialisme di berbagai negara. Dia menyebutkan bahwa “China, India, Indonesia, dan Malaysia masih berada di bawah jajahan Inggris selama ratusan tahun”. Termasuk, menurutnya, keterlibatannya meruntuhkan Dinasti Ustmaniyyah (Ottoman), penjajahan di Anatolis dan pertumpahan darah di Timur Tengah.
“Seluruh teks teori dasar komunisme, termasuk Das Kapital ditulis di sana (Inggris). Pendiri Liberalisme, Adam Smith dan David Ricardo orang Inggris. Charles Darwin, penemu ideologi sosial Darwinisme yang memicu horor pada abad ke-20, adalah orang Inggris,” tulis Harun Yahya.
Sejak 1990-an Harun Yahya sudah ditangkap, disiksa, dipenjara, bebera kali percobaan pembunuhan dan serangkaian rekayasa.
Ia ditahan tanpa alasan pada tahun 1991, dan para anggota Ergenekon, bagian dari ‘Deep State” (negara di dalam negara, negara terselubung) beraliran komunis, yang seriang ia sebut, dinilai telah menyusupi negara Turki, mengatur agar kokain dapat ditemukan di dalam aliran darahnya setelah dicampur dengan makanannya di gedung Markas Besar Keamanan.
“Adnan Oktar secara sengaja dan tidak benar difitnah dengan permasalahan seksualitas, sesuatu yang bagi orang merupakan hal yang secara khusus peka, dengan tujuan mempengaruhi pendapat umum,” demikian sebagaimana dikutip laman resmi Harun Yahya.*