Hidayatullah.com—Harga telur di toko-toko ritel di ibukota Arab Saudi, Riyadh, mencatat rekor kenaikan baru sebesar 25%. Harga satu papan telur berisi 30 butir telah naik dari SR12 menjadi SR18,95 di sebagian toko.
Para investor di sektor produk unggas menyalahkan para pedagang ritel atas kenaikan harga tersebut, lansir Arab News Ahad (8/9/2012).
Para investor memperkirakan, kenaikan harga itu masih akan terus berlangsung hingga musim haji, ketika biasanya permintaan akan telur bertambah dua kali lipat, terutama di wilayah barat Saudi. Mereka mengatakan, harga telur turun 30 persen pada bulan Ramadhan, akibatnya investor rugi.
Penurunan harga pada bulan Ramadhan disebabkan karena konsumsi telur menurun pada bulan itu, dan permintaan kembali naik ketika anak-anak mulai bersekolah lagi.
Menurut ketua persatuan pengusaha produksi unggas Abdullah al-Ghadi, angka produksi telur berubah dari musim ke musim, sehingga harga juga ikut berubah di setiap musim. Biasanya, peritel mengeruk untung lebih banyak daripada produsen.
Investor perunggasan Fahad al-Hamoudi membenarkan bahwa harga telur pada bulan Ramadhan turun sampai menjadi 8 riyal per papan (1 riyal sekitar 3.000 rupiah). Akibatnya, produsen rugi banyak.*