Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Turki Mulai Berlakukan UU Pembatasan Penjualan Miras, Pedagang Tak Gentar

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 September 2013 06:21 6:21 am
Ama Farah
Dipublikasikan 9 September 2013 06:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Undang-undang yang membatasi penjualan dan iklan produk-produk minuman keras (miras) di Turki mulai berlaku efektif hari Senin (9/9/2013) ini.

Para peritel tidak lagi diperbolehkan menjual minuman beralkohol mulai dari pukul 10 malam sampai 6 pagi. Penjualan miras di lokasi dekat sekolah dan tempat-tempat ibadah juga dilarang.

Meskipun peraturan itu akan memberikan sanksi kepada pelanggarnya, namun rupanya para penjual minuman keras tidak takut.

“Maaf saya harus mengatakan hal ini, tapi banyak dari kami peritel akan menjual minuman keras selama jam larangan, sebab pada saat itulah kami paling laku. Saya tidak mengerti mengapa pemerintah memberlakukan larangan semacam itu. Pemerintah mengambil pajak yang tinggi dari konsumsi minuman-minuman ini. Peraturan baru itu tidak akan memberikan pengaruh apa-apa, kecuali pada penjualan ilegal,” kata seorang pemlik toko di kota Istanbul sisi Asia kepada Hurriyet Daily News.

Bendevi Palandoken dari persatuan pengusaha Turki TESK menilai peraturan itu tidak adil bagi 200.000 penjual miras yang menjadi anggotanya. Dia berpendapat, peraturan itu mengurangi pemasukan mereka, sebab sebagian besar pedagang kedatangan pembeli miras pada malam hari.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

TESK dan para penjual miras juga mengkhawatirkan ada pihak-pihak yang tidak senang dengan mereka akan melakukan fitnah, dengan menuduh mereka menjual miras pada jam larangan.

Selain itu kata Palandoken, tidak jelas siapa yang akan mengawasi peraturan itu dijalankan dengan benar. “Siapa yang akan bertanggung jawab? Polisi, pemerintah daerah, atau lainnya? Kami para peritel menginginkan agar sejumlah revisi atas undang-undang ini segera dilakukan,” ujarnya.

Menurut pemerintah, peraturan pembatasan waktu penjualan dan pemasangan iklan minuman beralkohol akan melindungi masyarakat –terutama kalangan pemuda– dari bahaya miras. Peraturan itu juga bertujuan untuk mengurangi jumlah konsumsi minuman beralkohol dan produk-produk tembakau.

Namun para pengusaha yang bergelut dibidang minuman keras berkelit dengan alasan, angka konsumsi minuman beralkohol di Turki sudah lebih rendah dibanding konsumsi miras di negara lain. Di Turki konsumsi miras pertahun perkapita menurut lembaga kesehatan dunia WHO 3,4 liter, atau jauh di bawah konsumsi miras di Moldova (19 liter) dan Korea Selatan (14,8 liter).

Pembatasan penjualan minuman beralkohol itu hanya berlaku untuk peritel toko, tidak untuk restoran dan tempat usaha lainnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kepemimpinan NU Akan Dilakukan dengan Penunjukan Langsung
Tulisan selanjutnya Tiga Orang Lagi Meninggal Terkena MERS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Berita
17 Oktober 2026 10:37
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Terbaru

  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?