Hidayatullah.com–Tiga orang di Arab Saudi kembali meninggal akibat tertular coronavirus MERS, kata Kementerian Kesehatan, Minggu (8/9/2013). Total korban jiwa di kerajaan itu akibat terkena virus yang menyerupai virus SARS itu mencapai 47 orang.
The Jordan Times mengutip kementerian itu melalui situsnya memberitakan, seorang pria Saudi, berusia 74, meninggal di kota sebelah barat Madinah, setelah terjadi kontak dengan orang yang terinfeksi.
Yang kedua orang asing, 56 tahun, bekerja di sektor kesehatan. Ketiga warga Saudi, berusia 53 tahun, yang telah mengalami sakit kronis, meninggal di Riyadh.
Otoritas kesehatan juga mengumumkan, lima lainnya terinfeksi coronavirus, yakni seorang pria Saudi berusia 18 tahun dan seorang gadis usia tiga tahun tinggal di Hafr Al Baten, yang terjangkit virus setelah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi. Tiga lainnya warga negara Saudi.
Arab Saudi negara paling parah dilanda MERS, yang telah menewaskan 47. Pada hari Jumat, Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan, virus itu telah menewaskan 52 orang di seluruh dunia.
Pemerintah Saudi mengatakan, 96 orang telah terinfeksi, dari jumlah 110 di seluruh dunia.
Para sedang ahli berjuang untuk mengenali virus MERS (Middle East Respiratory Syndrome,Sindrom Pernapasan Timur Tengah), yang sampai saat ini masih belum ada vaksinnya, dan memiliki tingkat kematian sangat tinggi, lebih dari 51 persen.
Virus ini dianggap sebagai sepupu virus SARS, yang merebak di Asia pada tahun 2003, dengan 8.273 orang terinfeksi dan 9 persen di antaranya meninggal.
Seperti SARS, MERS diduga berpindah dari hewan ke manusia, dengan gejala seperti flu — dengan perbedaan bisa menyebabkan gagal ginjal.
Virus MERS ini menjadi problem di Arab Saudi pada saat kerajaan itu sedang menerima sekitar dua juta Muslim di bulan September-Oktober untuk melaksanakan haji.
Pihak berwenang telah mendesak orang tua dan yang menderita sakit kronis untuk menunda pergi haji tahun ini.*