Hidayatullah.com—Oposisi Suriah yang tergabung dalam Koalisi Nasional hari Sabtu (14/9/2013) menunjuk perdana menteri sementera baru, dalam rangka menuju pembentukan sebuah pemerintahan.
Ahmad Tumeh, terpilih dalam pertemua oposisi Suriah di Istanbul, menggantikan Ghassan Hitto yang mengundurkan diri pada bulan Juli lalu. Hitto mengundurkan diri hanya empat bulan setelah terpilih, karena tidak berhasil membentuk kabinet yang terdiri dari faksi-faksi dalam Koalisi Nasional.
Tumeh merupakan seorang dokter gigi berusia 48 tahun. Dia berjanji membentuk sebuah kabinet yang akan turun ke lapangan bekerjasama dengan para pejuang bersenjata melawan rezim Bashar al-Assad, serta mengorganisasikan penyaluran bantuan kemanusiaan untuk rakyat Suriah.
Dia berjanji, republik baru yang akan berdiri di Suriah merupakan republik yang berperikemanusiaan, di mana tidak ada tempat bagi para pembunuh dan kriminal, serta orang-orang yang tidak mengakui hak-hak sipil, lapor AFP.
Dalam pemungutan suara, Tumeh mendapatkan dukungan 75 suara. Sepuluh suara menentangnya dan 12 kertas suara dibiarkan kosong oleh pemiliknya. Dia disebut-sebut sebagai Muslim beraliran “moderat”.
Awal Juli 2013, Koalisi Nasional mengangkat presiden baru Ahmad al-Jarba, seorang kepala suku Suriah dan veteran yang membelot dan kabur ke luar negeri pada Agustus 2012, setelah dibebaskan dari penjara rezim Assad. Jarba menggantikan George Sabra, seorang penganut Kristen Orthodoks Yunani.*