Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Paus: Pendeta Katolik Boleh Mengampuni Wanita Pelaku Aborsi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 September 2015 21:25 9:25 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 September 2015 21:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Paus Fransiskus mengatakan bahwa para pendeta Katolik diperbolehkan untuk memberikan pengampunan kepada wanita-wanita yang melakukan aborsi, serta dokter yang melakukan prosedur itu.

Namun, ketetapan itu hanya berlaku sementara yaitu pada masa Jubilee Year yang akan berlangsung dari 8 Desember 2015 hingga 26 Nopember 2016. Jubilee Year dalam ajaran Kristen adalah masa khusus di mana dosa-dosa dan kesalahan diampuni di dunia ini.

Dalam ajaran Katolik, aborsi adalah dosa besar yang mana pelakunya langsung mendapatkan hukuman berupa pengucilan.

Paus Fransiskus mengatakan banyak wanita “berkeyakinan mereka tidak memiliki pilihan lain” kecuali melakukan aborsi, lapor BBC Selasa (1/9/2015).

Koresponden BBC di Vatikan David Willey mengatakan Paus Fransiskus sadar bahwa keputusan itu tidak akan diterima oleh kelompok tradisionalis.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Paus Fransiskus sebelumnya pernah mengecam aborsi sebagai bagian dari budaya suka membuang.

“Sungguh mengerikan memikirkan ada anak-anak, korban aborsi, yang tidak akan pernah melihat sinar kehidupan,” katanya di tahun 2014.

“Sayangnya, apa yang dibuang tidak hanya makanan dan barang-barang sekali pakai, tetapi tidak jarang bahkan anak manusia itu sendiri, yang dibuang karena dianggap tidak dibutuhkan,” imbuh Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus dipandang sebagai pemimpin Katolik yang berpandangan lebih progresif dibanding para pendahulunya, dan tidak jarang kontroversial. Pada tahun 2013 ketika bicara soal homoseksual, dia berkata “memangnya siapa saya bisa menghakimi?”

Meskipun demikian, Paus Fransiskus belum mengubah kebijakan Gereja Katolik dalam masalah kontrasepsi. Ketika berpidato awal tahun ini, Paus Fransiskus mengatakan bahwa meskipun konstrasepsi tetap dilarang, tidak ada perlunya orang beranak-pinak seperti kelinci (punya anak banyak, red) untuk menjadi penganut Katolik yang baik.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sudah 67 RW di Yogyakarta Canangkan Bebas Asap Rokok
Tulisan selanjutnya Seorang Petugas Adminstrasi Kentucky Menolak Mengeluarkan Lisensi Perkawinan Homoseksual

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?