Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslim Toronto Ingin Serangan Masjid Diselidiki sebagai Kejahatan Kebencian

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 21 Agustus 2020 10:04 10:04 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 21 Agustus 2020 10:04
Bagikan
Jendela Masjid Toronto, Kanada, dihancurkan dalam serangan keenam dalam tiga bulan, dan kelompok komunitas ingin polisi berbuat lebih banyak untuk menemukan sumber serangan tersebut.
Bagikan

Hidayatullah.com — Masjid di pusat kota Toronto yang tiap minggunya dikunjungi Hassam Munir, 25 tahun, telah menjadi korban vandalisme beberapa kali dalam tiga bulan terakhir, yang terbaru terjadi pada Ahad lalu, ketika jendelanya ditemukan kembali pecah (21/08/2020). Meskipun penangkapan telah dilakukan berulang kali terkait serangan terhadap Masjid Toronto, yang dikelola oleh Asosiasi Muslim Kanada (MAC), Munir mengatakan dia masih sangat khawatir.

Menurut Munir, sepertinya seseorang sedang berupaya untuk mengintimidasi komunitas Muslim. Menurutnya, tindakan ini tidak dapat diterima.

“Saya khawatir, tidak hanya terhadap mereka yang bekerja dan beribadah di sana namun juga bahwa serangan semacam ini menunjukkan tentang ketidakpedulian dan kebencian yang ada di masyarakat kita,” kata Munir kepada Al Jazeera. “Tidak ada warga negara Kanada yang harus merasa khawatir berada di tempat peribadahan mereka,” tambah Munir, yang juga bekerja untuk Institut Yaqeen untuk Penelitian Islam, yang memiliki tujuan untuk memecahkan narasi-narasi Islamofobia.

Pekan ini, pengelola Masjid Toronto menemukan jendelanya rusak untuk yang ketiga kalinya dalam tiga minggu terakhir. Serangan pada Masjid Toronto membuat insiden ini – bersama dengan vandalisme terhadap masjid MAC lain yang terletak di pusat kota – menjadi insiden keenam serangan terhadap masjid lokal dalam tiga bulan.

Selain perusakan jendela, ada pula upaya penerobosan ke masjid, dan grafiti rasis telah ditulis di tembok dan jendela, menurut MAC. “Insiden ini sekarang terjadi pada tingkat yang menakutkan dan kami tidak dapat bisa menunggu lebih lama lagi untuk tindakan polisi,” kata MAC dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada hari Ahad.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ia menambahkan bahwa pihak berwenang setempat harus meningkatkan dan menawarkan perlindungan yang diperlukan. Ia juga mencatat bahwa serangan itu dimaksudkan untuk mengintimidasi komunitas Muslim.

‘Tindakan jahil’ atau kebencian?

Dalam pernyataan yang dikirim melalui email kepada Al Jazeera, Polisi Toronto mengatakan mereka “mengetahui beberapa laporan perusakan dan tindakan jahil sejak 1 Juni” di dua masjid tersebut. Menurut aparat, tindakan penyelidikan tengah dilakukan.

“Saat ini ada enam penyelidikan dan dua penangkapan telah dilakukan sejauh ini,” kata pernyataan itu. “Unit Kejahatan Kebencian kami telah mengetahui insiden tersebut dan terus mendukung penyelidikan jika diperlukan,” kata polisi, menambahkan mereka akan terus bekerja dengan anggota masjid.

Tetapi sementara penangkapan telah dilakukan dalam dua kasus terakhir, Mariam Manaa, manajer hubungan masyarakat MAC, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa MAC ingin kasus tersebut dianggap bukan sebagai perusakan, tetapi mungkin terkait kebencian. Manaa mencatat empat serangan pertama masih belum terselesaikan hingga saat ini.

“[Kasus itu] berada di bawah kasus perusakan, bukan di bawah vandalisme atau niat untuk menyakiti atau membenci,” kata Manaa kepada Al Jazeera. “Masalahnya adalah dalam tiga sampai empat hari, mereka akan dibebaskan lagi jika mereka ditangkap dan mereka dapat kembali dan merusak masjid lagi, tambahnya.

Ia berharap polisi mengambil tindakan lebih lanjut. “Kami tidak ingin ini terulang kembali,” kata Manaa.

‘Tidak ada rencana yang jelas’

Mustafa Farooq, CEO Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM), mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tanggapan dari Layanan Polisi Toronto (TPS) sejauh ini “tidak memadai” karena “tidak ada rencana yang jelas tentang bagaimana serangan ini akan dicegah”.

“TPS telah mengesampingkan kebencian sebagai motivasi hanya beberapa hari setelah penangkapan pertama, dan serangan terus terjadi,” kata Farooq. “Bagi kami, enam serangan dalam waktu sesingkat itu menunjukkan pola sistematis yang memprihatinkan dan perlu penyelidikan lebih lanjut,”tambahnya.

Farooq mendesak TPS untuk menyelidiki sepenuhnya ini sebagai rangkaian serangan yang berpotensi bermotivasi kebencian. Ia juga berharap setelah ini tidak ada lagi serangan yang terjadi di wilayah pusat kota Toronto.

Menurut MAC, Masjid Toronto adalah salah satu masjid yang paling banyak dikunjungi di wilayah Toronto. Manaa mengatakan MAC peduli dengan keselamatan jamaah dan juga pejalan kaki.

“Ini jalan yang sangat sibuk,” kata Manaa. “Jadi saya membayangkan melempar batu bata ke kaca di jalan yang terkenal … orang lain bisa terluka.”

‘Pemberantasan Muslim’

Meskipun belum ada kesimpulan tentang siapa atau motif apa di balik insiden yang terjadi di Masjid Toronto, kasus Islamofobia telah terjadi di tempat lain di Kanada. Pada bulan April selama bulan suci Ramadhan, seorang pria pergi ke Masjid Al Rashid, masjid terbesar di Edmonton, Alberta, mengawasi jamaah dan mengancam akan memulai “Ramadan Bombathon” dalam sebuah video sambil mengintai tempat itu.

Lebih dari dua minggu setelah videonya diposting ke media sosial, NCCM mencatat bahwa Kepolisian Edmonton tidak mendakwanya. Bulan lalu, Kepolisian Berkuda Kanada (RCMP) mendakwa seorang pria Quebec karena mengadvokasi genosida – yang pertama dalam sejarah provinsi tersebut – setelah dia diduga mempublikasikan “unggahan online yang mengganggu”.

Penyelidik menemukan sekitar 100 unggahan kebencian atau ancaman yang memicu kekerasan. “Terdakwa menyerukan kematian [Perdana Menteri] Justin Trudeau dan mendorong pemberantasan Muslim,” kata RCMP dalam sebuah pernyataan.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamofobiakanadaMasjid TorontoMuslim TorontoToronto
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Apakah Bungkamnya OKI dan Liga Arab berarti Perjuangan Palestina Ditinggalkan?
Tulisan selanjutnya Beberapa Saat setelah Normalisasi, UEA akan Dirikan Kedutaan di Tel Aviv

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?