Hidayatullah.com—Wakil Perdana Menteri Turki Bulent Arinc mengecam para menteri dan penasihat di pemerintahannya, karena menggunakan media sosial berlebihan dan meminta agar para pejabat itu berhenti twitteran “siang dan malam.”
Kecaman itu dikemukakan Arinc setelah Burhan Kuzu, pimpinan komisi konstitusi di parlemen yang juga wakil ketua Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) –partainya Perdana Menteri Erdogan, mengirimkan pesan di malam tahun baru lewat Twitter. Dalam pesan itu Kuzu berkicau bahwa ada laporan intelijen yang disampaikan kepada perdana menteri berupa 2.000 nama yang diduga berada dalam sebuah organisasi yang paralel dengan negara.
Kicauan Kuzu itu kemudian dibantah oleh Wakil Perdana Menteri Besir Atalay pada tanggal 2 Januari, lansir Hurriyet Daily News.
Berbicara dalam sebuah program TV hari Rabu malam (3/1/2014) Kuzu berdalih pesan di Twitter itu semata-mata berdasarkan pada klaim sebuah koran dan dia sendiri tidak pernah mendengar adanya daftar itu dari pemerintah.
Menurut Arinc, penggunaan media sosial oleh sebagian pejabat pemerintah sudah seperti penyakit.
“Kami tidak ingin [para pejabat pemerintah] menyudutkan siapapun dengan pesan-pesan yang dimaksudkan untuk menciptakan sensasi dan menjadi trending topic. Namun, bagi sebagian orang [penggunaan media sosial] sudah menjadi semacam penyakit. Bahkan rekan-rekan menteri kami ada yang tidak pernah meletakkan ponselnya dan twitteran siang dan malam. Mereka harus menghentikan itu, khususnya para menteri,” tegas Arinc dikutip Today’s Zaman.*