Hidayatullah.com–Kondisi keamanan di Iraq memburuk tahun lalu dengan jumlah korban tewas sipil melebihi dua kali lipat hingga mendekati 9.500 jiwa. Jumlah korban tewas itu adalah yang terburuk dalam lima tahun terakhir.
Lembaga pemantau non pemerintah Inggris, Iraq Body Count (IBC) mengungkapkan 9.475 warga Iraq tewas dalam kekerasan, termasuk serangan bom dan penyergapan tahun 2013. Angka itu 4.900 lebih banyak dari tahun sebelumnya. Demikian dikutip NHK, Kamis (02/01/2014).
IBC itu menyebutkan alasan memburuknya kondisi di sana adalah pertikaian sekte. Pihaknya mengatakan kelompok Sunni menjadi frustrasi terhadap dominasi pemerintahan yang dikuasai Syiah-Iran.
LSM itu juga mengatakan perang saudara di negara tetangga Suriah memperburuk kondisi di Iraq.
Pemerintah Iraq gagal memperbaiki keamanan sejak pasukan Amerika Serikat ditarik keluar dari negara itu dua tahun lalu. Kondisi yang memburuk itu telah menghambat pemulihan kemasyarakatan dan perekonomian Iraq.
Terburuk
Sebelumnya, Amnesty International hari Senin (11/03/2013) dikutip Deutsche Welle, mengeluarkan laporan tentang situasi hak asasi manusia di Iraq 10 tahun pasca pendudukan Amerika dan sekutunya.
Laporan berjudul ”Dekade Pelanggaran Hak Asasi Manusia” itu disusun berkaitan dengan invasi Amerika Serikat, yang dimulai 20 Maret 2003.
Kesimpulan Carsten Jürgensen, pengamat Iraq dari Amnesty Internasional Baik pemerintah Iraq maupun penguasa pendudukan tidak memperhatikan standar-standar hak asasi.
Laporan kondisi HAM di Iraq setebal 100 halaman itu memuat berbagai contoh kasus, bagaimana aparat Iraq melanggar hak asasi dan prinsip hukum. Penyiksaan, serangan terhadap warga sipil, proses pengadilan yang tidak adil adalah peristiwa sehari-hari, demikian Amnesty International.
Menurut Amnesty International, selain mengalami siksaan, para tahaanan juga mendapat ancaman bahwa keluarga mereka akan ditangkap atau saudara perempuan mereka akan diperkosa. Banyak terdakwa yang membuat pengakuan di bawah penyiksaan lalu dijatuhi hukuman mati.
Tahun 2012, Iraq melaksanakan 129 hukuman mati. Dengan demikian, semenjak di bawah dominasi Syiah, Iraq menjadi salah satu negara yang paling sering mengeksekusi hukuman mati.
Tidak hanya aparat keamanan Iraq yang melakukan pelanggaran HAM. Laporan Amnesty International juga melaporkan pelanggaran HAM yang dilakukan tentara Amerika Serikat dan Inggris. *