Hidayatullah.com—Mantan jenderal tentara Serbia di Bosnia Ratko Mladic menolak menjadi saksi dalam persidangan mantan atasan politisnya Radovan Karadzic di Pengadilan Kejahatan Perang untuk Bekas Yugoslavia di Den Haag Selasa (28/1/2014), lansir Euronews.
Mladic menyebut pengadilan itu sebagai “pengadilan setan” sebelum akhirnya dengan ogah-ogahan diambil sumpahnya sebagai saksi.
Namun kemudian Mladic mengatakan tidak bisa menjawab pertanyaan karena dia tidak memakai gigi palsunya. Majelis kemudian memberikan waktu bagi Mladic untuk mengambil gigi palsu di selnya. Ketika kembali, lagi-lagi dia menolak untuk bersaksi.
Mladic dan Karadzic disidang secara terpisah. Keduanya menghadapi dakwaan melakukan tindak kejahatan kemanusiaan selama perang di negara bekas pecahan Yugoslavia.
Lebih dari 8.000 pria Muslim dan anak laki-laki Muslim Bosnia dibunuh dan mayatnya dibuang ke pemakaman massal dan berbagai tempat lain oleh pasukan Serbia di Bosnia di kota Srebrenica pada Juli 1995. Padahal ketika itu Srebrenica merupakan zona aman yang dikawal oleh pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan menjadi tempat perlindungan ribuan Muslim Bosnia.
Dua pejabat tertinggi etnis Serbia yang mayoritas Kristen, Mladic sebagai komandan pasukan Serbia dan Karadzic mantan politisi Serbia di Bosnia dan kemudian menjadi presiden Republik Srpska bentukan orang-orang Serbia, adalah terdakwa utama otak pembantaian warga Muslim dari Bosnia tersebut.
Hingga saat ini belum semua Muslim korban pembantaian di Srebrenica ditemukan dan bisa diidentifikasi.*