Hidayatullah.com—Badan intelijen elektronik Kanada mengumpulkan data dari para penumpang yang melewati bandara-bandara utama, lapor Canadian Broadcasting Corporation (CBC) sebagaimana dikutip BBC (31/1/2014).
CSEC menjaring informasi dari peralatan nirkabel milik penumpang yang dicurigai, lewat jaringan wi-fi di bandara selama lebih dari dua pekan, kata laporan itu.
Padahal, menurut undang-undang CSEC dilarang menarget warga Kanada atau siapapun di Kanada tanpa surat perintah yang sah. Itu berarti, CSEC mencuri data dan melanggar privasi milik orang-orang yang ada di bandara, serta melanggar peraturan hukum.
Namun dalam pernyataannya kepada CBC, CSEC berdalih pihaknya diberi “mandat mengumpulkan sinyal-sinyal asing demi melindungi Kanada dan rakyatnya.”
Katanya, data yang yang dikumpulkan hanya berupa metadata yang menunjukkan tanggal dan waktu, tempat, sambungan telepon atau e-mail dilakukan. Bukan berupa isi pembicaraan.
Para pakar mengatakan kepada CBC bahwa informasi yang diambil dari penumpang di bandara itu dapat digunakan intelijen untuk melacak orang dan alat komunikasi yang digunakannya selama sepekan atau lebih. Di mana alat tersebut digunakan, misal di bandara lain, di hotel atau restoran di seluruh Kanada, maka akan terpantau.
Intelijen bahkan bisa melacak pergerakan pengguna alat telekomunikasi yang disadapnya itu hingga berhari-hari sebelum orang tersebut tiba di bandara.
Informasi yang didapat dari bocoran dokumen oleh Edward Snowden itu menunjukkan, operasi pelacakan terhadap alat komunikasi para penumpang di bandara Kanada tahun 2012 itu menggunakan perangkat lunak canggih yang dikembangkan bersama lembaga intelijen Amerika Serikat NSA.
Bandara di Toronto dan Vancouver, serta Boingo operator wi-fi di bandara Kanada, menyangkal keterlibatannya dalam operasi intelijen elektronik tersebut.*