Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ronde Pertama Jenewa II Oposisi dan Rezim Suriah Saling Tuding

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Februari 2014 10:35 10:35 am
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Februari 2014 10:35
Bagikan
Lakhdar Brahimi.
Bagikan

Hidayatullah.com—Putaran pertama pembicaraan damai dengan tujuan mengakhiri konflik bersenjata di Suriah berakhir tanpa hasil nyata, sebab para pihak yang berseteru masih terus saling tuding sebagai penyebab buntunya perundingan.

Utusan khusus Liga Arab dan PBB untuk Suriah Lakhdar Brahimi hari Jumat (31/1/2014) mengatakan, meskipun pembicaraan antara oposisi dan rezim hanya mengalami sedikit kemajuan, mereka berharap menemukan solusi guna mengakhiri perang sipil di Suriah, lansir Aljazeera.

Brahimi mengatakan, dia melihat ada sejumlah langkah positif dan kesepahaman di antara kedua pihak, tetapi jurang di antara mereka masih lebar.

Dari hasil perundingan Jenewa II putaran pertama, diplomat kawakan asal Aljazair itu mencatat setidaknya ada 10 poin yang menurutnya disetujui oleh kedua belah pihak. Dan dia menilai, para pihak yang berseteru di Suriah sebenarnya memiliki kesepahaman lebih banyak dibanding yang mereka akui.

Dalam perundingan itu, kedua pihak tidak mau beranjak dari posisinya. Kubu oposisi bersikukuh membahasa isu transisi kekuasaan dan Bashar Al-Assad harus turun dari kursi kepresidenan. Sedangkan kubub rezim sibuk bicara soal memerangi “terorisme”, istilah yang digunakan Assad dan pendukungnya untuk menyebut semua kelompok yang melawan kekuasaannya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kepada Aljazeera jurubicara oposisi Louay Safi mengatakan, “Tak mungkin mencapai kemajuan tanpa membentuk lembaga pemerintahan transisi dengan keweangan menangani masalah politik dan militer.”

Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem mengatakan, perundingan itu tidak membuahkan hasil nyata karena dua faktor. Pertama, kurangnya keseriusan dari oposisi, misalnya dengan mengancam akan menarik diri dari perundingan dan bersikukuh hanya membahas satu isu. Kedua, atmosfer tegang dan negatif yang sejak awal diciptakan oleh Amerika, di mana AS memutuskan untuk mendukung “pemberontak” Suriah dengan mengirimkan senjata. Muallem menyalahkan Amerika atas “interfensi terang-terangannya” itu.

Kedua kubu bahkan gagal mecapai kesepakatan untuk menolong saudara mereka sendiri. Seperti misalnya, mereka tidak sepakat soal pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah Homs, kota ketiga terbesar di Suriah, tempat di mana ribuan rakyat sipil terperangkap di antara pertempuran tanpa persediaan makanan dan obat-obatan.

Menurut Brahimi, delegasi oposisi akan kembali mengikuti perundingan selanjutnya pada 10 Februari mendatang. Sementara delegasi rezim Damaskus masih menunggu kabar dari Presiden Bashar Al-Assad.

Sejak konflik bersenjata pecah di Suriah tiga tahun lalu, sedikitnya sudah 130.000 orang tewas dan sepertiga populasi negara itu kini menjadi pengungsi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mata-Mata Kanada Mengintai Gadget Penumpang di Bandara
Tulisan selanjutnya Abdul Mannan: Korupsi Produk Pendidikan Sekuler

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Buya Hamka, Tontonan Penuh Tuntunan

Berita
28 Oktober 2026 13:17
Pejabat Malaysia Sebut Waze Petakan Lokasi Sensitif Negara
Sekolah Pemikiran Islam Raih Penghargaan Muslim Youth Forum 2026
Tak Sekedar Tontonan, Film Buya Hamka Vol 3 Jadi Tuntunan Antar Generasi
Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah

Terbaru

  • Meretas untuk Kepentingan Rezim Assad Pria Suriah Divonis 42 Bulan Penjara
  • Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir
  • Koalisi Pimpinan Arab Saudi Umumkan Tembak Jatuh Drone Houthi di Mekkah
  • Pekerja Pelabuhan di 20 Negara akan Gelar Mogok Kerja Serentak untuk Palestina
  • Tak Sekedar Tontonan, Film Buya Hamka Vol 3 Jadi Tuntunan Antar Generasi
  • Memahami Wahyu dan Kenabian: Fondasi Keyakinan Islam di Tengah Tantangan Pemikiran Barat
  • LPPOM Sebut Penundaan Wajib Halal 2028 Realistis bagi UMK
  • Pengadilan Iraq Penjarakan 7 Warga Prancis Anggota ISIS
  • Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak
  • Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?