Hidayatullah.com–Penulis muda Ustadz Salim A Fillah memberikan seminar kepenulisan di hadapan mahasiswa Indonesia yang berada di Universitas Islam Madinah, Ahad (16/03/2014) malam. Seminar tersebut mengangkat tema “Indahnya Berdakwah dengan Menulis”.
Dalam seminarnya, Salim menjelaskan bahwa dakwah itu kewajiban seorang Muslim dan banyak caranya, salah satunya adalah dengan menulis. Menurutnya, menulis adalah sarana dakwah yang memiliki nilai lebih.
“Menulis itu bukan satu-satunya cara untuk berdakwah, dia hanya salah satu cara berdakwah, tapi memiliki nilai lebih dibandingkan dengan yang lainnya,” kata penulis buku best seller “Dalam Dekapan Ukhuwah”.
Salim juga memberikan tiga kunci utama agar sebuah tulisan memiliki nilai lebih di hadapan pembaca, ketiga hal tersebut adalah kemurnian hati seorang penulis, daya ketuk yang kuat dan daya isi yang ilmiah.
“Menulis itu seperti menyaring susu, harus benar-benar bersih dari kotoran agar bisa diminum dengan enak dan mudah, dan di sinilah fungsi hati seorang penulis yang harus bersih dan terjaga dari segala kotoran hati,” terangnya.
Seorang penulis juga harus memiliki daya ketuk, dan daya ketuk itu diperoleh dengan dekatnya hubungan seseorang dengan Allah Subhanahu Wata’ala dalam ibadah. Salim juga mengingatkan bahwa seorang penulis juga dituntut untuk memiliki daya isi yang ilmiah dalam tulisannya, karena setiap huruf akan dipertanggungjawabkan.
Seminar menulis bersama Salim A Fillah yang berlangsung di kampus UIM kerjasama hidayatullah.com, Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) cabang Madinah selaku panitia serta Forum Penulis Kreatif (Forpek) yang merupakan organisasi penulis muda di bawah PPMI Madinah dan Majelis Jejak Nabi.
Ustadz Salim sendiri sedang berada di Madinah bersama rombongan dalam rangkaian perjalanan ibadah umroh di bawah program Umroh Jejak Nabi.*/Muhammad Dinul Haq, koresponden hidayatullah.com di Madinah