Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dibungkam PM Erdogan, Presiden Gul Upayakan Pembebasan Twitter

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Maret 2014 11:47 11:47 am
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Maret 2014 11:47
Bagikan
Salah satu sindiran pengguna atas tindakan Erdogan yang memblokir Twitter.
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Turki Abdullah Gul turun tangan mengatasi masalah pemblokiran media sosial Twitter oleh Perdana Menteri Erdogan, yang menutup aksesnya dengan alasan situs itu membantu kampanye hitam terhadap dirinya oleh lawan politiknya.

“Saya mengunjungi Silicon Valley pada 2012. Saya menggelar pertemuan dengan perusahaan-perusahaan seperti Facebook, Twitter dan Google. Di sana saya bertemu dengan pemilik Twitter, Dick Castello. Ketika masalah ini muncul, saya memerintahkan para penasihat saya untuk memulai dialog,” kata Presiden Abdullah Gul hari Ahad (23/3/2014) menjelang kepergiannya ke Belanda, lansir Hurriyet.

Gul juga mengatakan bahwa dia telah berbicara lewat telepon dengan sejumlah menteri Turki dan memiliki informasi dari para birokrat senior mengenai tindakan pemerintah yang memblokir Twitter di Turki.

Pada 20 Maret lembaga pengawas internet di Turki menutup akses Twitter setelah Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan mengancam akan “melenyapkan” situs jejaring sosial itu.

“Turki memiliki tuntutan yang sah. Tuntutan ini seharusnya dimengerti dan pembicaraan harus segera dilakukan,” kata Gul, seraya menambahkan bahwa pemblokiran Twitter itu tidak mengenakkan bagi Turki yang sedang berupaya melakukan negosiasi dengan Uni Eropa (untuk menjadi anggota, red).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Oleh karena itu ini akan segera diatasi,” kata Gul.

Presiden Turki itu juga menegaskan bahwa tindakan pemerintah tersebut tidak akan menghentikan penggunaan Twitter, sebab faktanya jumlah kicauan pengguna di Twitter bertambah hampir dua kali lipat sejak situs microblogging itu dilarang.

“Ini adalah teknologi masa kini. Kita semua harus menyadarinya. Mungkin ada masalah dengan platform komunikasi raksasa semacam itu. Untuk itu perlu adanya dialog sehat dan saluran komunikasi, bahkan sebelum masalah ini muncul,” kata Gul, yang menambahakan bahwa salah satu masalahnya adalah Twitter tidak punya kantor perwakilan di Turki.

Gul menilai positif tindakan Twitter yang menyewa pengacara di Turki.

Di Turki ada lebih dari 12 juta pengguna Twitter dan termasuk 5 negara terbanyak pemilik akun Twitter di dunia.

Gul mengatakan dia telah diberitahu tentang keputusan pengadilan terkait sejumlah akun di Twitter, yang dinilai telah melanggar privasi. Dia berharap Twitter memahami tuntutan dari pemerintah Turki dan akan mengambil tindakan yang diperlukan.

Sebagaiman diketahui, pemerintah Erdogan meminta Twitter untuk menghapus tautan-tautan yang diunggah di Twitter, yang menunjukkan rekaman atau dokumen diduga sebagai bukti korupsi orang-orang di sekitar lingkaran dalam Erdogan.

Presiden Gul menilai, penutupan akses secara keseluruhan atas forum media sosial semacam Twitter di Turki secara hukum tidak dimungkinkan. Cara yang terbaik, kata Gul, adalah mengajukan penutupan sejumlah akun atau laman situs ke pengadilan jika dinilai melanggar hukum yang berlaku di negara Turki.

Erdogan: Twitter standar ganda

Saat melakukan kampanye di Yenkapi, Ahad (23/3/2014), di hadapan ribuan pendukung Partai Keadilan dan Pembangunan, Erdogan menuding media-media sosial seperti Twitter, Facebook dan YouTube menggunakan standar ganda.

“Twitter mematuhi konstitusi Amerika, Inggris, Jerman, China, serta [hukum] di Rusia. Tetapi ketika di Ukraina, di Mesir, di Turki, mereka bicara soal kebebasan,” kata Erdogan mengkritik standar ganda yang dipakai perusahaan pengelola media sosial itu.

“Kami bukan negara ketiga. Twitter, Facebook dan YouTube harus menghormati konstitusi Turki dan mematuhi hukum Turki,” kata Erdogan disambut ribuan pendukungnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dipilih.. Dipilih..! Pemimpin yang menjaga Shalat dan mengambil Allah sebagai Sembahan!
Tulisan selanjutnya Diplomat Zionis Israel di Seluruh Dunia Mogok, Kedutaan Tutup

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Berita
5 Juni 2026 14:35
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?