Hidayatullah.com–Memanfaatkan masa libur resmi sepekan yang diberikan oleh kementerian pendidikan Arab Saudi, mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh kuliah di kampus-kampus Saudi mengadakan “Multaqo Tawashul” (pertemuan) di Kota Suci Madinah.
Pertemuan antar mahasiswa Indonesia se-Saudi ini dilaksanakan selama tiga hari, sejak Senin hingga Rabu (24-26-/03/2014).
Selain untuk mengisi liburan dan bersilaturrahim, multaqo ini juga memiliki agenda ilmiah dan diskusi.
“Pertemuan ini adalah pertemuan tahunan, dan ini yang keempat. Alhamdulillah mendapat respon positif dari teman-teman mahasiswa (Indonesia). Di tahun 2011 multaqo pertama dilangsungkan di Kota Suci Makkah, tahun berikutnya juga di Makkah dan tahun ketiga dan keempat ini di Madinah,” terang Ustadz Ridwan Nursalam, Lc Ketua Multaqo Tawashul keempat.
“Multaqo ini mengangkat tema ta’awun dalam dakwah, bertujuan agar teman-teman mahasiswa Indonesia bisa menjalin silaturrahim dan saling tolong menolong dalam berdakwah nantinya.” lanjut Ustadz Ridwan yang juga kandidat master aqidah di King Saud University (KSU) Riyadh.
Hadir dalam acara ini sejumlah tamu istimewa seperti Syeikh Dr. Anis Thohir guru besar fakultas Hadits di Universitas Islam Madinah (UIM) yang juga pengajar di Masjid Nabawi. Juga hadir Syeikh Iyad Ahmad al Syukri, Muadzin di Masjid Nabawi, keduanya memberi materi tolong menolong dalam berdakwah.
Jumlah peserta yang hadir mencapai 100 orang mahasiswa, para peserta hadir dari berbagai kampus-kampus besar di Arab Saudi, seperti UIM Madinah, KSU Riyadh, Universitas al Qoshim dan Tadrib al Muallimin di Makkah.
Multaqo Tawashul ini diadakan oleh Markaz al Inayah bil Jaliyah al Indonesia, sebuah lembaga dakwah yang bertempat di ibu kota Riyadh, bekerjasama dengan Maktab an Nasim dan didukung oleh al Jumaih al Khairiyah.
Rencananya, acara ini akan ditutup dengan rihlah ke pantai laut merah di kota Yanbu hari ini (26/3/2014).*/ Muhammad Dinul Haq , koresponden hidayatullah.com di Kota Madinah