Hidayatullah.com–Dr. Hamid Ziyad Ghanim menyampaikan bahwa bukan hanya menteri Syi’ah Ibnu Al Alqami yang bertanggung jawab atas jatuhnya kekhalifahan Baghad. Khalifah Abasiyah juga bertanggung jawab, bahkan ia yang paling bertanggung jawab, sebagaimana disampaikan dalam pidatonya di Al Ma’had Al Ali li Ad Dirasat Al Islamiyah (Institut Tinggi Studi Islam) Kairo (29/3/2014), di mana hidayatullah.com juga hadir dalam forum tersebut.
Wazir Al Alqamy menurut dosen sejarah Universitas Kairo ini, memang berkhianat dan ingin menjatuhkan kekhalifahan Baghdad yang Sunni setelah putra khalifah melakukan tindakan keras kepada Syi’ah di Karkh. Hingga Syi’ah bisa bebas dari kekuasaan Abasiyah secara total. Namun yang juga bertanggung jawab atas jatuhnya Baghad di tangan Moghul adalah khalifah.
”Ibnu Atsir menyampaikan bahwa bahwa Khalifah Abasiyah An Nashir li Dinillah lah yang mengundang Moghul untuk menyerang dan menguasai kekuasaan Khawarizmiyah yang juga Sunni,” ujar Dr. Hamid Ziyad Ghanim.
Dengan demikian menurutnya, maka tidak ada hambatan lagi bagi Moghul untuk menguasai Baghad. Dan khalifah sendiri tidak menggerakan gerakan jihad secara luas sedangkan ia bertanggung jawab atas hal itu.
Dr. Hamid Ziyad Ghanim juga menyatakan bahwa Khalifah selanjutnya, Al Musta’shim memiliki kekayaan yang cukup banyak namun ia sayang terhadapnya hingga tidak menggunakannya untuk menguatkan militernya dan ini bertemu dengan pemikiran Al Alqamy yang ingin melemahkan militer Baghad.
Dan khalifah sendiri tidak mempersiapkan kekuatan besar untuk menyambut kedatangan Moghul meski berita mengenai penyerangan Moghul terhadap wilayah-wilayah Muslim sudah didengar.*