Hidayatullah.com—Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa menuding semua pihak yang terlibat perang sipil di Suriah melanggar hukum internasional, terkait terhalangnya pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah konflik.
Ban Ki-moon mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengimplementasikan resolusi yang disetujui Februari lalu agar akses ke Suriah diperluas untuk pengiriman bantuan kemanusian.
Dalam laporannya, Ban mengatakan hampir 3,5 juta orang rakyat sipil dihalangi untuk mendapatkan bantuan vital, termasuk perawatan medis dan obat-obatan.
Para aktivis mengatakan, sekitar 150.000 orang telah tewas akibat perang di Suriah yang telah berlangsung selama tiga tahun. Sedangkan jutaan lainnya menjadi pengungsi baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
“Dewan Keamanan harus mengambil tindakan untuk mengatasi pelanggaran terang-terangan atas prinsip-prinsip hukum internasional ini,” kata Ban dikutip BBC Kamis (24/4/2014).
Laporan Ban itu tidak menjelaskan secara spesifik tindakan apa yang harus diambil oleh DK-PBB.
Resolusi DK-PBB bulan Februari lalu menyeru kepada semua pihak agar memperbolehkan bantuan-bantuan kemanusian melewati daerah-daerah konflik dan menyeberangi perbatasan.
Situasi di Suriah, kata Ban, sekarang semakin buruk.
“Ribuan orang tidak mendapatkan perawatana medis, termasuk obat-obatan untuk menyelamatkan nyawa, yang mereka perlukan,” kata Ban.
Sebelumnya pada hari Rabu kemarin, pimpinan badan kemanusiaan PBB Valerie Amos kepada Reuters mengatakan, harapan untuk penyelesaian konflik Suriah secara politis semakin memudar. Dari hari ke hari semakin sulit untuk mengirimkan bantuan kepada rakyat sipil yang kehilangan tempat tinggalnya dan terjebak di wilayah konflik.
Koresponden BBC melaporkan, Inggris, Amerika dan Prancis mempertimbangkan untuk mengambil kebijakan sanksi atas rezim Suriah, tetapi kemungkinan langkah itu akan diganjal oleh Rusia melalui hak veto yang dimilikinya.
Suriah mengalami konflik berdarah antara rezim Damaskus dan pendukungnya dengan kelompok oposisi, setelah Maret 2011 aparat keamanan melancarkan tembakan ke arah rakyat yang berunjuk rasa memprotes pemerintahan Bashar Al-Assad.*