Hidayatullah.com—Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa sepakat secara bulat untuk memperpanjang misi pengamat mereka di Suriah selama 30 hari.
Keputusan itu diambil hanya beberapa jam sebelum mandat yang sekarang berakhir.
Namun, lapor Euronews (20/7/2012), resolusi baru itu menyatakan bahwa misi diperpanjang jika terjadi pengurangan aksi kekerasan bersenjata di kedua belah pihak dan pengurangan penggunaan senjata berat.
Duta Besar Amerika Serikat Susan Rice meragukan syarat itu akan terjadi.
PBB menerjunkan 300 pengamat militer tidak bersenjata ke Suriah, guna memantau pelaksanaan rencana damai antara kelompok oposisi dengan rezim Suriah, yang dijembatani oleh utusan khusus PBB yang juga mantan sekjen PBB Kofi Anan.
Untuk mengatasi gencatan senjata yang ternyata sama sekali tidak terjadi, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon merekomendasikan agar tugas UNSMIS yang semula menjadi pengawas gencatan senjata diubah tugasnya untuk mengupayakan perdamaian secara politik.
Jika perubahan misi UNSMIS disetujui, maka sekitar separuh anggota pengamat PBB itu akan ditarik dari Suriah.*