Hidayatullah.com—Amerika Serikat mengatakan akan mengakui kantor-kantor Koalisi Nasional Suriah (SNC) sebagai misi diplomatik asing dan mengumumkan rencana penambahan bantuan non-militer sebanyak US$27 juta kepada oposisi Suriah untuk menggulingkan kekuasaan Presiden Bashar Al-Assad.
Pengumuman itu disampaikan pemerintah AS hari Senin (5/5/2014) saat delegasi SNC yang dipimpin Ahmad Jarba melakukan kunjungan pertamanya ke Washington sejak SNC dibentuk tahun 2012.
Jarba, presiden SNC, dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry pada hari Kamis (8/5/2014), lansir Aljazeera.
Jurubicara Departemen Luar Negeri AS Marie Harf mengatakan, Washington mengumumkan kebijakan baru “guna memperkuat oposisi Suriah yang moderat” dan membantu usahanya dalam menolong mereka yang berada di Suriah.
Pemerintah Gedung Putih saat ini mengakui kantor-kantor SNC di Washington dan New York sebagai kantor misi diplomatik asing berdasarkan UU Misi Asing.
Pengakuan atas kantor SNC sebagai misi diplomatik itu akan memberikan peningkatan pelayanan perbankan dan keamanan kepada oposisi Suriah yang berada di Amerika Serikat dan membantu menjangkau rakyat Suriah yang bermukim di AS, kata Harf.
Jarba menyambut baik pengakuan atas kantor-kantor SNC itu, yang disebutnya sebagai pukulan telak bagi rezim Assad.
Pada bulan Maret lalu Departemen Luar Negeri menghentikan operasi Kedutaan Suriah di Washington dan kantor-kantor konsulatnya yang tersebar di berbagai wilayah AS.
Harf mengatakan pemerintah Obama sedang berunding dengan Kongres untuk menaikkan jumlah bantuan tidak mematikan sebanyak US$27 juta, sehingga total bantuan AS untuk oposisi Suriah menjadi sekitar US$287 juta.
Bantuan tidak mematikan itu antara lain berupa obat-obatan dan perlengkapan medis, makanan, alat komunikasi serta kendaraan.
AS tidak mengabulkan permintaan oposisi yang ingin diberi bantuan berupa senjata canggih anti-tank dan anti-pesawat tempur yang akan digunakan untuk melawan pasukan Assad yang mendapatkan suplai senjata antara lain dari Rusia.*