Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menteri Keturunana Pakistan ini Bilang Tak Ada Tempat untuk Hukum Syariah di Inggris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Mei 2014 13:27 1:27 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Mei 2014 13:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para migran dari negara-negara asing harus mempelajari bahasa Inggris, “menghormati gaya hidup kami” dan tak ada tempat untuk hukum sayariah, kata Sajid Javid menteri Inggris pertama keturunan Asia.

Dalam wawancaranya dengan Sunday Telegraph dan dikutip BBC (18/5/2014), Menteri kebudayaan Inggris itu mengkritik para pendatang asing yang sudah tinggal di Inggris selama bertahun-tahun tetapi masih belum dapat berbicara dalam bahasa setempat.

Javid, seorang putra imigran Pakistan, juga menegaskan bahwa tidak ada tempat dalam sistem hukum di Inggris untuk hukum syariah Islam.

“Rakyat ingin Inggris memiliki kontrol yang lebih atas perbatasn-perbatasannya. Menurut saya mereka benar,” kata Javid.

“Rakyat juga mengatakan, ketika imigran datang ke Inggris mereka harus datang untuk bekerja, memberikan kontribusi dan mereka juga harus menghormati gaya hidup kami. Saya setuju dengan semua itu,” lanjut Javid, seraya menambahkan itu artinya orang pendatang asing harus belajar bahasa Inggris.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya sendiri tahu. Saya pernah bertemu dengan orang yang sudah tinggal di Inggris selama lebih dari 50 tahun tetapi mereka masih belum bisa berbahasa Inggris.”

“Menurut saya sangat masuk akal sekali jika rakyat Inggris mengatakan ‘dengar jika kamu ingin tinggal di Inggris dan menjadikannya sebagai rumahmu, maka kamu harus belajar bahasanya dan kamu harus menghormati hukum dan budayanya’,” kata menteri berkepala plontos itu.

“Jika orang ingin membuat peraturan khusus di antara mereka, itu tidak jadi masalah. Tetapi tidak ada tempat untuk hukum syariah dalam hukum Inggris,” kata Javis menyinggung sejumlah Muslim yang dituding ingin mengislamisasi sebuah sekolah di Birmingham.

Javid adalah pria keturunan Asia pertama yang duduk sebagai menteri dalam kabinet di Inggris. Sementara Sayeeda Hussain Warsi menjadi wanita Muslim pertama yang duduk sebagai menteri. Keduanya keturunan Pakistan dan menjadi anggota Partai Konservatif.

Menanggapi pernyataan Javid itu, seorang anggota dan pimpinan komite urusan dalam negeri di parlemen dari Partai Buruh Keith Vaz mengatakan bahwa apa yang dikemukakan Javid bukanlah perkara baru.

Pernyataan Javid itu menjadi menarik perhatian karena diutarakan oleh seorang menteri keturunan imigran asing, pria Asia pertama yang pernah menjadi menteri di Inggris, kata Vaz.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dari Paris Negara-Negara Afrika Nyatakan Perang Lawan Boko Haram
Tulisan selanjutnya Saudi akan Hukum Mati Pemerkosa Bersenjata

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?