Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AS Bangun Megah Pangkalannya di Bagram

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Agustus 2010 15:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Bagi siapa saja yang percaya bahwa Amerika Serikat akan benar-benar angkat kaki dari Afghanistan tahun 2011, harus melihat apa yang dibangun negara Paman Sam di Bagram. Maka pasti pendapat mereka akan segera berubah.

Spencer Ackerman, wartawan yang meliput aktivitas pasukan AS di Afghanistan menceritakan perjalanannya melihat pangkalan udara milik AS di Bagram baru-baru ini.

“Keluar dari pesawat kargo C-17, sebagaimana yang saya lakukan pagi-pagi buta di hari Jumat, akan terlihat lintasan terbang dipenuhi dengan pesawat. Ketika saya berkunjung ke sini dua tahun lalu, helikopter memenuhi landasan pacu, dan pesawat bersayap tetap–meskipun jarang–masih bisa terlihat. Sekarang, Anda akan melihat sejumlah C-17, Predator, F-16, F-15, pesawat penumpang MC-12 …. Saya tidak melihat ada pesawat kargo C-130, tapi pasti ada di satu tempat di sana,” tulis Ackerman dalam artikelnya di Wired (9/8/21010).

Yang juga kelihatan mencolok, selain dari landasan pacu yang dipenuhi dengan pesawat, adalah jalan utama yang mengelilingi pangkalan militer seluas 8 mil persegi itu. Biasanya jalan itu dipenuhi dengan pejalan kaki yang mengenakan seragam dengan ikat pinggang kinclong keluar dari bangunan-bangunan asrama sambil membawa kotak terbuat dari styrofoam. Dan pemandangan itu masih ada hingga saat ini.

Bedanya sekarang, di sebelah barat jalan utama yang luas itu terdapat tempat parkir dua lajur yang diperuntukkan kendaraan Humvee, truk-truk besar dari Pakistan yang dikenal dengan jingle truck, van-van kuning milik ekspedisi DHL, kendaraan kontraktor, dan truk flatbed.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Terlihat pula bangunan-bangunan baru, yang semennya buatan pabrik Turki, Yukcel. Ada kerangka hangar yang masih baru, menara baru dengan particleboard di terasnya, dan terlihat sebuah skyline crane, derek yang biasa dipakai untuk membangun bangunan besar dan tinggi. Tampak pula spanduk yang menunjukkan sedang ada proyek digarap oleh kontraktor besar Inglett and Stubbs International.

“Saya belum mengetahui berapa biaya yang dikeluarkan untuk semua itu, namun Bagram mulai kelihatan seperti sebuah daerah perbatasan (antara desa dan kota) yang sedang berkembang, tapi belum tampak rumah-rumah pemukiman bermunculan,” Ackerman menggambarkan perkembangan pesat di Bagram.

Sore hari ketika Ackerman berkeliling di Bagram, terlihat pula kemacetan  di sebelah selatan pangkalan.  Sebuah pemandangan yang tidak mungkin terjadi di tahun 2008.

Mungkin perubahan yang paling terlihat mencolok adalah dinding-dinding beton berbentuk T yang menjadi pagar pangkalan di sebelah selatan dan utara. Dinding tersebut sepertinya sengaja dibangun sebagai penangkis serangan granat atau roket granat buatan para gerilyawan, yang seringkali tidak tepat sasaran dan hanya berdaya ledak kecil. Granat dan roket itu lebih sering membuat jengkel, daripada membunuh targetnya.

Peninggalan dari wajah Bagram yang lama bisa dilihat di sisi timur pangkalan. Pagarnya masih menggunakan kawat ayam yang di atasnya diberi kawat berduri. Hanya saja bagian yang sensitif lebih diperkuat.

Tentu saja pembangunan yang dilakukan Amerika Serikat di Bagram itu membuat rakyat Afghanistan di sekitarnya marah. Para prajurit yang berbagi cerita kepada Ackerman mengatakan, bocah-bocah penggembala yang marah seringkali mengganggu perjalanan mereka ketika berkeliling di luar pangkalan. Seringkali mereka mengetapel pasukan Amerika dengan batu. Mungkin bocah-bocah itu berharap bisa membunuh tentara AS dengan ketapelnya. Pemandangan seperti itu tidak dijumpai Ackerman dua tahun lalu.

Dua tahun lalu, ada sekitar 18.000 tentara Amerika Serikat yang tinggal di sana, sekarang jumlahnya sekitar 30.000. Rasanya mustahil jika Amerika benar-benar mau meninggalkan pangkalan udaranya yang super besar di Bagram itu tahun depan. [di/wrd/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Makam Ulama dan Pejuang Islam Dirusak Israel
Tulisan selanjutnya Abbas Setujui Perundingan Langsung

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?