Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penerimaan Mahasiswa Univ Harvard Diduga Diskriminatif, Dept Kehakiman Amerika Ancam Menggugat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 November 2017 19:05 7:05 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 November 2017 19:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengancam akan menggugat Universitas Harvard, untuk memaksanya menyerahkan dokumen-dokumen berkaitan dengan investigasi perihal dugaan pelanggaran hak sipil dalam kebijakan pendaftaran mahasiswanya.

Departemen Kehakiman AS mengutip sebuah gugatan tahun 2015 yang menuding Harvard menjalankan kebijakan diskriminatif terhadap calon mahasiswa Asia-Amerika. Dalam suratnya, pihak Depkeh AS memberikan tengat waktu bagi Harvard untuk menyerahkan dokumen-dokumen terkait kebijakan penerimaan mahasiswanya, lapor Reuters Selasa (21/11/2017).

Dalam surat yang dilihat Reuters bertanggal Jumat lalu, Depkeh AS menggunakan Title VI of the 1964 Civil Rights Act untuk menjerat hukum perguruan tinggi yang terletak di Cambridge, Massachussetts itu. Peraturan hukum tersebut melarang institusi-institusi penerima dana federal melakukan diskriminasi ras, warna kulit atau asal negara atau bangsa.

Pengacara pihak Harvard, Seth Waxman, mempertanyakan pemilihan waktu oleh Depkeh AS, yang baru mengungkit lagi masalah yang sebenarnya sudah dilaporkan hampir dua setengah tahun silam.

Harvard senantiasa bersikukuh mengklaim sistem penerimaan mahasiswanya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku di Amerika Serikat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelumnya, perguruan tinggi itu tahun ini pernah mengatakan bahwa lebih dari separuh mahasiswa baru yang mendaftar pada tahun 2017 adalah perempuan. Tidak hanya itu, dari setiap 5 mahasiswa sebanyak lebih dari satu adalah orang Asia dan hampir 15 persen merupakan orang Afrika-Amerika.

Di lingkungan perguruan tinggi Amerika Serikat ada yang dinamakan program affirmative action, yang ditujukan untuk mengatasi diskriminasi rasial. Mahkamah Agung AS sudah memutuskan bahwa universitas boleh menggunakan affirmative action dengan tujuan membantu calon mahasiswa dari kelompok minoritas bisa masuk perguruan tingginya.

Akan tetapi, di lapangan bisa jadi penerapannya justru menguntungkan satu kelompok minoritas dan menganaktirikan kelompok minoritas lain. Dalam kasus Harvard ini, kelompok konservatif menuding kebijakan Harvard yang membantu calon mahasiswa berkulit hitam dan keturunan Amerika Latin telah merugikan orang berkulit putih dan keturunan Asia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dua Pekan Mengumumkan ‘Lengser’, Saad al Hariri Kembali ke Libanon
Tulisan selanjutnya Pembantai Muslim Bosnia, Ratko Mladic, Dihukum Penjara Seumur Hidup

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Pustaka

Keadilan dan Kemanusiaan di Balik Jeruji Besi

Pustaka
30 September 2026 10:35
Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti
Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz

Terbaru

  • Mahathir Mohamad Dilarikan ke RS Sehari setelah Istri Meninggal Dunia
  • Gagal Bunuh Petinggi Hamas di Qatar, ‘Israel’ Kembali Tebar Ancaman Pembunuhan
  • Keadilan dan Kemanusiaan di Balik Jeruji Besi
  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Keilmuan
  • Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?