Hidayatullah.com—Pihak keamanan Afghanistan mengatakan bahwa mereka telah membunuh dua orang anggota Taliban yang dituding memotong jari-jari sekelompok orang lanjut usia yang menggunakan hak suaranya dalam pemilihan presiden akhir pekan kemarin.
Beberapa pria manula ditangkap setelah memberikan suaranya di Provinsi Herat Sabtu (14/6/204), kemudian dipotong jarinya. Semua pemilih mencelupkan salah satu jarinya ke dalam tinta.
Komandan Taliban Mullah Shir Agha dan seorang bawahannya terbunuh saat operasi gabungan polisi dan militer, kata polisi dilansir BBC Senin (16/6/2014).
Seorang anggota Taliban lainnya yang diyakini juga terlibat dalam aksi mutilasi itu terluka dan dan sekarang berada dalam tahanan polisi.
Meskipun Taliban bersumpah akan mengganggu pelaksanaan pemilu, namun kelompok perlawanan bersenjata itu mengatakan tidak terlibat dalam aksi mutilasi tersebut.*