Hidayatullah.com—Di Iran, sekelompok perampok mencuri ratusan dosis vaksin Covid-19 setelah mobil sewaan yang membawanya diserang.
Associated Press hari Ahad (29/8/2021) melaporkan, kepala kepolisian Teheran Hossein Rahimi mengatakan perampok menyerang dan menyita 300 vaksin setelah kurir meninggalkan fasilitas penyimpanan medis Kementerian Kesehatan di selatan ibukota.
Dia tidak mengatakan vaksin mana yang dicuri. Iran umumnya menggunakan Sinopharm buatan China. Negara itu juga menggunakan Sputnik-V buatan Rusia, AstraZeneca dan vaksin CovBarekat buatan dalam negerinya sendiri.
Ahad ini, Iran mencatat 581 kematian baru dan lebih dari 31.000 kasus infeksi baru. Total kematian lebih dari 106.000 orang.
Selasa lalu, negara itu mencapai rekor 709 pasien meninggal dalam satu hari di tengah gelombang kelima wabah Covid-19. Penularan didorong oleh varian Delta yang sangat mudah menular.
Sejauh ini hanya 8% orang di Iran sudah mendapatkan vaksinasi lengkap.*