Hidayatullah.com—Kabar tentang Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama meminta Pentagon mengerahkan sekitar 2000 tentaranya ke Jalur Gaza, untuk membantu militer Zionis-Israel menggempur gerakan pejuang Hamas dan Palestina ternyata hanya hoax.
Sebelumnya, media ini juga sempat memberitakan kabar yang dirilis oleh situs The National Report (TNR). Namun tak lama setelah itu, hari Selasa (22/07/2014) The Epoch Times menurunkan berita bahwa apa yang ditulis The National Report adalah palsu.
Dalam pemberitaanya, Epoch juga menjelaskan TNR hanya sebuah web satir yang akan tidak menggunakan nama asli dan sebagian besar isinya fiktif.
The National Report dinilai sebagai situs yang tidak memiliki disclaimer, kalimat peringatan sebagaimana bentuk tanggungjawab kepada konsumen atau publik.
Salah satu operator website mengatakan pada Wyoming Casper Star-Tribune tahun lalu bahwa berita itu tidak perlu ditanggapi serius.
“Kami telah menargetkan jenis Tea Party baru-baru ini karena mereka adalah yang paling mudah tertipu dan bersedia menyebarkan informasi yang salah di internet tanpa melakukan penelitian,” katanya dikutip Epoch Times.
Tea Party Movement adalah sebuah pergerakan politik konservatif di Amerika Serikat yang muncul pada tahun 2009
Sebelumnya, portal berita National Report melaporkan dokumen Pentagon yang dipublikasikan oleh situs WikiLeaks bahwa Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama meminta Pentagon mengerahkan sekitar 2000 tentaranya ke Jalur Gaza, untuk membantu militer Zionis-Israel menggempur gerakan pejuang Hamas dan Palestina.
Situs National Report juga memberiakan di mana pasukan darat dan angkatan laut Amerika telah siap, selain pengurangan kekuatan militer untuk melancarkan operasi besar-besaran di Gaza dan kini dalam perjalanan ke Laut Merah.
Berita palsu ini juga sempat mengecoh media-media di Asia, termasuk Koran Utusan Melayu, Malaysia yang sempat memberitakan hari Rabu kemarin.*