Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Meski Ada Perang, Ribuan Pekerja Filipina Bertahan di Libya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Agustus 2014 18:30 6:30 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Agustus 2014 18:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Hanya sebagian kecil dari sekitar 13.000 warga Filipina yang menyatakan ingin meninggalkan Libya meskipun pemerintah Manila berupaya mengevakuasi warganya menyusul konflik bersenjata yang semakin memanas di Libya, kata Menteri Luar Negeri Albert de Rosario hari Ahad (3/8/2014).

Del Rosario mengatakan hanya 1.700 warga Filipina yang mendaftarkan diri untuk dipulangkan dari kota-kota Libya seperti Benghazi, Misrata dan ibukota Tripoli, setelah Manila mengumumkan evakuasi wajib bagi warganya dari negara di Afrika Utara itu.

Filipina sudah menyewa kapal untuk mengangkut warganya pekan ini dari Libya ke Malta, di mana kemudian mereka akan dipulangkan lewat udara.

Sekitar 160 orang warga Filipina sudah menyelamatkan diri lewat darat ke Tunisia, termasuk 50 pekerja yang sempat terkatung-katung ketika pintu perbatasan ditutup oleh pihak berwenang pada Jumat malam lalu akibat bentrokan senjata kata Del Dosario.

“Saya tidak yakin kami dapat memulangkan walau hanya 50% saja,” kata Del Rosario kepada Associated Press setelah pulang dari Tunisia dalam rangka membantu evakuasi warga Filipina dari Libya. “Mereka sangat ketakutan tetapi mereka khawatir dengan pekerjaannya.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Presiden Benigno Aquino III menugaskan Del Rosario ke Tunisia dengan perintah untuk mengevakuasi warga Filipina dan memastikan tidak ada satu pun yang tertinggal. Tetapi Del Rosario mengatakan banyak di antara mereka yang tetap ingin bertahan meskipun bahaya mengancam.

“Saya diberitahu bahwa jika seseorang keluar dari rumahnya maka uang dan telepon genggam mereka akan dirampas. Itu yang menakutkan. Kelihatannya tidak ada yang berwenang. Tidak ada pasukan kepolisian, jadi jika Anda dalam kesulitan Anda sendirian,” kata Del Rosario.

Filipina merupakan salah satu negara pengekspor tenaga kerja di dunia. Sekitar sepersepuluh dari 100 juta warganya bekerja di luar negeri dan mendatangkan devisa bagi negaranya lewat uang yang mereka kirimkan untuk keluarganya di kampung halaman. Pekerja kesehatan di Libya bahkan sebagian besar berasal dari Filipina, sehingga jika mereka hengkang maka bisa dipastikan pelayanan di rumah-rumah sakit di seluruh penjuru negeri akan terganggu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komandan Batalion Zionis: Kami Gagal di Gaza
Tulisan selanjutnya [Video] Serdadu Zionis Hancurkan Masjid Didedikasikan pada Kawan-kawannya yang Mati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?