Hidayatullah.com–Memperingati hari Bahasa Arab Sedunia Ma’had el Lughah el ‘Arabiyah li ghairin Natiqina biha, Umm Al Qura University (UQU) dan pentingnya Bahasa Arab bagi kehidupan seorang Muslim, pada hari selasa-kamis, tanggal 17-19 Sofar 1436 H bertepatan dengan tanggal 9-11 Desember 2014 memeriahkan Hari Bahasa Arab Sedunia.
Beberapa rangkaian kegiatan diselenggarakan selama tiga hari. Kegiatan ini dilaksanakan di kampus putri di Zahir Makkah Al Mukarramah.
Kegiatan ini diawali dengan Work Shop “Al ‘Arabiyah Lughah el Mustaqbal” (Bahasa Arab sebagai Bahasa Masa Depan).
Kegiatan ini dikomandani oleh Dr. Faizah Salim dengan diikuti oleh mahasiswi lulusan Ma’had yang saat ini sedang belajar S1 dan S2 di UQU.
“Bahasa ini akan menjadi bahasa masa depan, saat Islam merambahi keseluruhan sisi bumi. Untuk itu mengenalkan Islam kepada dunia seluruhnya adalah upaya yang harus dimulai dan dilakukan. Bersama itu juga secara otomatis bahasa Arab akan menjadi bahasa yang mendunia, menjadi bahasa semua orang di masa depan, insyaAllah,” sebut Albulina, mahasiswi berkebangsaan Albania itu penuh semangat.
“Bahasa Arab merupakan bahasa yang kuat. Allah meletakkannya dengan simbol-simbol yang abadi. Cukup bagi kita bahwa bahasa Arab adalah bahasa penghuni surga. Semoga menjadi penghuninya adalah masa depan kita,” tambah Dr. Faizah diamini seluruh yang hadir.
Kemudian pada hari kedua Seminar “Rasm` el Mushaf el Syarif, el Ta-shil wa el Dilalat (Kajian Dasar Ilmiah & Dalil).
Bertindak sebagai pembicara dalam seminar ini Ustadzah Badriyah el Fahmi dan Ustadzah Ibtihal ‘Azuz, dimoderatori oleh DR. Maryam Abu Ali.
“Maksud dari penulisan mushaf Al Quran ini adalah penulisan kata dalam Al Quran dari segi ragam dan jumlah hurufnya. Penulisan ini bersifat tauqifi atau berasal dari Allah langsung. Jadi dilarang mengurangi dan menambahi hurufnya,” ujar Ustadzah Ibtihal mengawali penjelasannya.
Hari terakhir kegiatan ini diadakan kuliah umum “el Tarjamah: el Usus wa el ‘Awaiq” (Asas dan Rintangan). Kuliah ini disampaikan oleh Dr Amani el Hasan. Kegiatan ini diadakan di Auditorium Syeikh Ibrahim el Jufaly lantai III.
“Syarat terpenting bagi seorang penerjemah adalah, memiliki kemampuan yang cukup dengan dua bahasa. Satu bahasa sumber naskah dan bahasa yang menjadi tujuan terjemahan. Hingga kesalahan makna dapat terhindari,” ujar Dr. Amani mengakhiri kuliah umumnya.
Rangkaian kegiatan peringatan Hari Bahasa Arab sedunia ini ditutup dengan pemaparan profil Prof. Dr. Yusuf el Khalifa Abu Bakar, Ketua Markaz Yusuf el Khalifah untuk Penulisan Bahasa dengan Huruf Arab Sudan.
Dipaparkan oleh keponakan beliau Dr. Muna yang kebetulan menjadi pengajar bahasa Arab di Ma’had Lughah el ‘Arabiyah.
Dr. Muna mengatakan bahwa melalui Markaz yang didirikannya, Dr. Yusuf el Khalifah tercatat sudah menuliskan beberapa buku-buku agama Islam berbahasa Afrika dengan memakai huruf-huruf Arab.
Proyek ini bertujuan untuk mendekatkan huruf-huruf Al Quran dalam kehidupan masyarakat. Karena huruf Al Quran adalah huruf aqidah umat Islam sekaligus huruf budaya dan peradabannya.
Sebagaimana diketahui, ,elalui ketetapan NO. 3190 PBB meresmikan Bahasa Arab sebagai bahasa resmi pada tanggal 18 Desember 1973. Sehingga tanggal tersebut dijadikan hari Bahasa Arab Sedunia.
Tercatat Bahasa Arab merupakan bahasa terbesar dunia dan dikenal sebagai salah satu bahasa yang terbanyak pemakainya, sekitar 422 juta jiwa yang berbahasa Arab.
Juga bahasa terbesar yang dipakai di internet. Yang tidak kalah penting dari itu semua, bahasa Arab merupakan bahasa terpenting bagi seorang Muslim. Karena ia bahasa Al Quran, petunjuk bagi kehidupannya.Sebab tidak sempurna sholat seorang Muslim tanpa membaca bacaan solatnya dengan bacaan yang berbahasa Arab.*/Taq Sham, koresponden hidayatullah.com di Makkah