Hidayatullah.com- Pelaksana Fungsi Protokol dan Konselor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaman, M. Akbar Maulana menyampaikan jika penyerangan udara yang dilancarkan oleh pasukan koalisi teluk masih terus berlangsung di Yaman, khususnya di ibukota Sana’a.
“Kondisi Yaman khususnya di ibukota Sana’a sampai saat ini masih terjadi penyerangan udara oleh pasukan koalisi,” kata Akbar saat dihubungi hidayatullah.com, Ahad (29/03/2015).
Namun, sambung Akbar, penyerangan itu dilakukan malam hari hingga awal pagi. Sementara itu, siang hari kondisi kota Sana’a relatif terkendali.
Menyikapi kondisi Sana’a yang seperti itu, kata Akbar, pemerintah dalam hal ini Kemenlu sudah melakukan langkah yakni menghimbau Warga Negara Indonesia (WNI) untuk keluar dari Yaman dan kota Sana’a khususnya.
“Selain itu juga melaksanaan evakuasi WNI keluar dari Sana’a dengan cara apapun,” imbuh Akbar.
Akbar menyampaikan bawha Kemenlu mendukung penuh proses evakuasi WNI dari Yaman. Sejak pembukaan pendaftaran evakuasi bagi WNI sampai sekarang, ada sekitar 141 WNI yang telah dipulangkan ke Indonesia.
Di sisi lain, Akbar menginformasikan bahwa ada sekitar 23 mahasiswa Indonesia yang saat ini studi di Yaman ditangkap oleh pemberontak kelompok pemberontak Syiah al-Hautsi di kota Sana’a.* [baca: KBRI Yaman: 23 Mahasiswa Indonesia Diculik Kelompok Pemberontak Syiah al-Hautsi Yaman]
Akbar menuturkan untuk mahasiswa Indonesia yang dikabarkan diculik oleh kelompok pemberontak Syiah al-Hautsi itu, sampai saat ini masih terus ditelusuri kebenarannya.*