Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Nomor Telepon Presiden Prancis Termasuk dalam Daftar Target Pegasus

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 22 Juli 2021 18:33 6:33 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 22 Juli 2021 18:33
Bagikan
separatisme prancis
Emmanuel Macron
Bagikan

Hidayatullah.com — Nomor telepon Presiden Prancis Emmanuel Macron disebut-sebut termasuk diantara 50.000 nama yang menjadi target Pegasus, i24 News melaporkan.

Diungkapkan oleh Le Monde, nomor Presiden Macron dan nomor telepon beberapa anggota pemerintah Prancis muncul dalam daftar 50.000 target. Daftar ini diperoleh Amnesty International dan Forbidden News untuk program Pegasus yang kontroversial dari NSO.

Namun, tidak ada cara untuk mengetahui apakah ponsel Macron terinfeksi Pegasus atau tidak. Hanya saja dia ada dalam daftar target yang diminta oleh klien NSO.

Seorang juru bicara Kepresidenan Prancis mengatakan: “Jika cerita itu benar, itu jelas sangat serius. Semua upaya akan dicurahkan pada pengungkapan pers ini,” ujarnya dilansir Middle East Monitor pada Kamis (22/07/2021).

Pegasus adalah bagian dari malware yang menginfeksi smartphone, mengeksploitasi kerentanan yang ada dalam teknologi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Malware dapat diinstal dengan cara mengirim pesan teks tautan berbahaya untuk diklik.

Pegasus — setelah diinstal — hampir tidak terdeteksi, dan dapat mengakses telepon, termasuk log panggilan, pesan, email. Perangkat lunak ini dapat mengaktifkan mikrofon dan kamera untuk merekam percakapan, yang pada dasarnya menjadikan smartphone sebagai perangkat pengawasan berjalan.

Dikatakan layanan lokasi dapat diaktifkan, dan keberadaan pemilik telepon dapat dilacak untuk menunjukkan akurasi.

Pada tahun 2020, NSO digugat oleh WhatsApp milik Facebook karena diduga mengeksploitasi kerentanan di aplikasi populer untuk memata-matai pengguna, termasuk 1400 aktivis dan jurnalis, yang diberitahu bahwa mereka sedang dimata-matai.

Kerentanan itu akhirnya diperbaiki oleh WhatsApp.

Kementerian Pertahanan ‘Israel’ melisensikan perangkat lunak Pegasus untuk diekspor ke pemerintah asing, tetapi bukan entitas swasta.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelPrancisPresiden Emmanuel MacronSpyware Pegasus
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ben & Jerry's Pembuat Es Krim Ben & Jerry’s Menghentikan Penjualan di Wilayah Palestina yang Diduduki ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Pesawat Pembom Amerika AS Meluncurkan Serangan Udara yang Menargetkan Kelompok Al-Shabaab di Somalia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?