Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ratusan Orang Tenggelam dalam Kecelakaan Kapal Penyelundup Migran di Laut Tengah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 April 2015 13:23 1:23 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 April 2015 13:21
Bagikan
Para migran menumpang kapal kecil menuju Eropa.
Bagikan

Hidayatullah.com—Ratusan orang dikhawatirkan mati tenggelam, setelah sebuah kapal ikan yang dipergunakan untuk mengangkut migran gelap terbalik di Laut Tengah.

Dilansir Euronews hari Ahad (19/4/2015), sedikitnya 24 orang sudah dipastikan meninggal sementara lebih dari 600 orang lainnya masih hilang.

Berapa sebenarnya jumlah penumpang di atas kapal ikan itu tidak diketahui, namun sejumlah laporan menyebut 700-900 orang.

Sekitar 40-50 anak-anak dan 200 wanita diperkirakan terjebak di sebuah ruangan tertutup di dalam kapal tersebut dan tidak dapat keluar.

Kapal terbalik sekitar 100 kilometer dari pantai Libya dan kurang lebih 200 kilometer dari pantai selatan Pulau Lampedusa milik Italia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perdana Menteri Italia Matteo Renzi meminta negara-negara Uni Eropa bertindak lebih banyak dalam menangani kasus tersebut.

“Prioritas kami, yang merupakan sebuah prioritas Politik dengan huruf besar ‘P’, adalah martabat kemanusiaan, begitu pula keamanan nasional, untuk menghentikan perdanganan manusia,” kata Renzi menegaskan dengan sangat. “Para pengendali-pengendali baru perbudakan manusia ini tidak boleh berpikir bahwa Eropa menganggap ini sebagai masalah kelas dua dibanding masalah-masalah lain yang ada dalam agenda kita.”

Italia, yang pulau-pulau terluarnya sering dijadikan batu loncatan para migran gelap dari Afrika untuk memasuki wilayah Eropa, berulang kali menyatakan negaranya tidak bisa sendirian mengatasi masalah tersebut.

Italia mendesak masyarakat dan lembaga internasional ambil bagian dalam mengatasi perdagangan manusia dari Afrika dan Timur Tengah yang berusaha menjangkau Eropa lewat laut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Terjerat Kasus Pencucian Uang, Rekening Bekas Kepala IMF Rodrigo Rato Dibekukan
Tulisan selanjutnya Kebahagiaan Dai Choirul Anam Bisa ke Tanah Haram

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?