Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Partainya Liberman Tidak akan Gabung Koalisi Pemerintah PM Netanyahu

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Mei 2015 22:08 10:08 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Mei 2015 22:08
Bagikan
Avigdor Lieberman dan Benjamin Netanyahu.
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman hari Senin (4/5/2015) mengatakan tidak akan bergabung dengan koalisi pemerintah baru yang sedang dibentuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dengan alasan ada perselisihan dengan masalah legislasi.

Aksi angkat kaki yang dilakukan partai kanan-jauh pimpinan Lieberman kemungkinan besar akan memaksa Partai Likud, yang menjadi pemenang pemilu 17 Maret lalu, membentuk koalisi yang lebih ramping untuk mengamankan posisi mayoritas di parlemen Zionis yang beranggotakan 120 orang itu.

Netanyahu bisa saja meminta partai dari kelompok oposisi Zionist Union untuk bergabung dalam pemerintah “persatuan nasional,” meskipun kedua pihak sejauh ini beranggapan hal itu tidak mungkin dilakukan.

Berbicara kepada para wartawan, Lieberman mengatakan pemerintah Netanyahu telah menawarkan dua pos kabinet sebagai bagian dari pembiacaraan koalisi, tetapi hingga saat ini belum memuaskan, lapor Reuters.

“Ini pastinya bukan sebuah koalisi yang –sebagaimana saya sesalkan– mencerminkan posisi dari tempat berkumpulnya para nasionalis dan bukan yang kita inginkan, begitu bahasa halusnya,” kata Lieberman seraya menambahkan dia akan mengundurkan diri dari jabatan menteri luar negeri.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Netanyahu pekan lalu menandatangani kesepakatan pertama dengan mitra-mitra koalisinya, yaitu partai Yahudi ultra-Orthodoks United Torah Judaism (UTJ) dan partai tengah Kulanu, sehingga 46 kursi parlemen berhasil diamankan Netanyahu.

Likud masih sedang bernegosiasi dengan partai kanan-jauh HaBayit Ha Yehudi (Rumah Orang Yahudi) dan Partai Shas yang beraliran Yahudi ultra-Orthodoks.

Partainya Liberman, Yisrael Beitenu, mendapatkan dukungan dari orang-orang Israel yang bermigrasi dari bekas negara Uni Soviet dan kerap menentang keistimewaan-keistimewaan yang selama ini didapat oleh warga Yahudi ultra-Orthodoks.

Lieberman juga mengeluhkan legislasi yang mengukuhkan identitas Israel sebagai negara Yahudi tidak kunjung diwujudkan oleh pemerintah dan bahkan masalah itu dikesampingkan dalam negosiasi koalisi.

Shelly Yachimovich, seorang anggota parlemen dari Zionist Union, tidak memustahilkan partainya bergabung dengan koalisi Netanyahu, tetapi hal itu sepertinya tidak akan dilakukan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ahli Hukum Federasi Internasional Jurnalis: Hidayatullah.com Bagian dari Jurnalistik
Tulisan selanjutnya Masyarakat yang Pro dan Kontra Hukuman Mati Terpidana Narkoba

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?