Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pria Inggris Berencana Membunuh Pangeran Charles Demi Ras Arya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Mei 2015 15:04 3:04 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Mei 2015 12:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kejaksaan di London menuding seorang pria berencana melakukan serangan teroris terhadap orang-orang “berambut gelap”, termasuk Pangeran Charles, sebagai bagian dari fantasi ekstrimis, lapor Euronews Rabu (13/5/2015).

Mark Colborne, 37, asal Southampton merasa “dipinggirkan dan dikucilkan oleh masyarakat karena dia adalah seorang pria berkulit putih dan berambut pirang.” Demikian menurut Allison Darlow QC, yang juga mengatakan kepada Pengadilan Pidana Old Bailey bahwa Colborne telah menulis tentang “kebenciannya terhadap orang-orang yang bukan dari ras Arya serta rencananya untuk membunuh Pangeran Charles dengan senjata sniper.

Kasus itu berawal pada juni 2014, ketika ibu Colborne dan saudara tirinya melaporkan kepada polisi tentang temuan bahan kimia di kamar tidurnya, berikut catatan yang menunjukkan kebencia pria itu terhadap “orang-orang bodoh kulit hitam dan Kaukasia.”

Polisi kemudian mengetahui bahwa pria itu telah berselancar di dunia maya untuk mencari tahu tentang bagaimana cara membuat bahan peledak dan racun.

Dalam buku catatannya Colborne membandingkan diriya sendiri dengan Anders Behring Breivik, ekstrimis Kristen Norwegia yang merasa Eropa dan negaranya telah dikuasai orang-orang pendatang Muslim.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia menyatakan, “Saya mengharap retribusi besar, sebuah serangan teroris yang akan mengundang perhatian atas penderitaan kami –bukan hanya saya tetapi juga saudara-saudara saya di seluruh dunia.”

Colborne menuliskan secara rinci rencana pembunuhannya atas Pangeran Charles.

“Ambil senjata sniper berperedam suara, ambil posisi yang baik, tembakkan peluru ke arah kepala Pangeran Charles. Dia dilindungi tetapi tidak terlalu dilindungi. Saya akan mengorbankan hidup saya demi satu tembakan itu. Bunuh Charles dan William, dan Harry [akhirnya] akan menjadi raja.”

“Saya ingin mereka melihat perubahan saya dari minoritas berambut merah yang miskin yang terus menerus ditindas, berubah seluruhnya menjadi seorang teroris militer,” imbuh Colborne.

Jaksa Darlow mengatakan kepada pengadilan bahw Colborne adalah seorang agorafobia yang menderita depresi.

“Dia jelas-jelas memiliki pengalaman masa kanak-kanak yang sulit dan melihat dirinya sendiri sebagai orang yang terpinggirkan dan dikuclkan masyarakat kaena dia berkulit putih dan berambut pirang,” kata Darlow.

Colborne membantah dirinya sedang menyiapkan serangan teroris. Persidangan kasusnya masih berlanjut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sinyal Penyeberang Jalan Homoseksual di Wina Dinilai ‘Gila’
Tulisan selanjutnya Seorang Tokoh Al-Ikhwan Mesir Meninggal di RS Penjara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?